KOTA BEKASI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi terus memperluas jangkauan kerjanya dalam melayani masyarakat. Kali ini, lembaga legislatif tersebut mengambil langkah strategis dengan menggandeng dua yayasan sosial sekaligus untuk berkolaborasi dalam isu krusial: pemberdayaan perempuan dan kesehatan masyarakat.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting untuk memastikan program-program kesejahteraan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang membutuhkan melalui peran serta lembaga nirlaba.
Kolaborasi untuk Solusi Nyata
Dalam pertemuan yang digelar di Gedung DPRD Kota Bekasi, pimpinan dan anggota dewan menyambut baik inisiatif kerja sama ini. DPRD menyadari bahwa penanganan masalah sosial, khususnya terkait perempuan dan kesehatan, tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian (single fighter).
“Sinergi dengan yayasan yang bergerak langsung di akar rumput sangat kami butuhkan. Mereka memiliki data riil dan sentuhan langsung ke masyarakat. DPRD hadir untuk memberikan dukungan regulasi dan pengawasan agar kolaborasi ini berjalan efektif,” ujar perwakilan DPRD Kota Bekasi dalam keterangannya.

Fokus Utama: Pemberdayaan dan Kesehatan
Kerja sama dengan kedua yayasan ini difokuskan pada dua pilar utama:
-
Pemberdayaan Perempuan: DPRD mendorong program-program yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, perlindungan terhadap hak-hak perempuan, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Yayasan mitra diharapkan menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan advokasi.
-
Kesehatan Masyarakat: Isu kesehatan, terutama penanganan stunting, gizi buruk, dan kesehatan ibu-anak, menjadi sorotan. Melalui kolaborasi ini, DPRD berharap layanan kesehatan dan edukasi pola hidup sehat bisa menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh maksimal oleh layanan formal.
Komitmen Kawal Anggaran dan Kebijakan
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk mengawal aspirasi dari kedua yayasan tersebut agar dapat diintegrasikan dalam kebijakan daerah maupun alokasi anggaran yang relevan.
Sinergi ini diharapkan menjadi model percontohan bagaimana legislatif dan elemen masyarakat sipil (civil society) dapat berjalan beriringan membangun Kota Bekasi yang lebih inklusif, sehat, dan memberdayakan.
“Harapannya, output dari kerja sama ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Bekasi, khususnya kaum ibu dan anak-anak yang menjadi pondasi masa depan kota ini,” pungkasnya.
(suarakabarmedia/adv)
Baca juga berita DPRD Kota Bekasi lainnya disini: Berita – DPRD Kota Bekasi
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media
























