SANAA/JAKARTA – Kabar mengkhawatirkan datang dari wilayah konflik Timur Tengah. Eskalasi pertempuran antara pasukan koalisi Arab Saudi melawan kelompok separatis di Yaman kini merembet hingga ke wilayah kepulauan terpencil.
Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan terjebak di tengah situasi mencekam tersebut. Lokasi mereka berada bukan di daratan utama Yaman, melainkan di Pulau Socotra, sebuah pulau misterius yang oleh sebagian umat Islam sering dikaitkan dengan legenda tempat dikurungnya Al-Masih Ad-Dajjal menjelang kiamat.
Terjebak di Tengah Gempuran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga WNI tersebut (diduga pelajar/wisatawan religi) kesulitan untuk keluar dari pulau karena akses transportasi laut dan udara lumpuh total akibat blokade militer.
Arab Saudi dikabarkan tengah melancarkan operasi militer intensif untuk merebut kembali kendali pulau strategis tersebut dari tangan milisi separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab. Suara ledakan dan jet tempur menjadi pemandangan sehari-hari yang meneror penduduk pulau.

Misteri Pulau Socotra: “Penjara Dajjal”
Nama Pulau Socotra sendiri selalu menarik perhatian publik, khususnya masyarakat Indonesia. Pulau yang terisolasi di Samudra Hindia ini memiliki flora dan fauna yang sangat aneh dan tidak ada di tempat lain di bumi, seperti Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari) yang berbentuk seperti payung terbalik.
Keunikan dan keterasingan inilah yang membuat banyak tafsir mengaitkan Socotra dengan Hadits Tamim Ad-Dari, yang menceritakan pertemuan seorang pelaut dengan makhluk berbulu lebat (Jassasah) dan sosok yang dirantai di sebuah pulau (Dajjal). Meskipun ulama berbeda pendapat mengenai lokasi pastinya, narasi “Pulau Dajjal” sudah melekat kuat pada Socotra.
Kemlu RI Upayakan Evakuasi
Merespons situasi darurat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Muscat (Oman) dan KBRI Riyadh terus memantau kondisi ketiga WNI tersebut. Pemerintah RI sedang menjalin komunikasi diplomatik tingkat tinggi dengan pihak-pihak yang bertikai untuk membuka “Jalur Aman” (Safe Passage) guna mengevakuasi warga Indonesia dari pulau penuh misteri itu.
“Keselamatan WNI adalah prioritas mutlak. Kami meminta jaminan keamanan agar mereka bisa segera dikeluarkan dari zona merah,” tegas pernyataan perwakilan Kemlu.
Baca juga berita update lainnya disini:Â https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini:Â https://kabarbaghasasi.com/
























