1308658724
Makan Bergizi Gratis (MBG) Sasar Lansia dan Disabilitas: Kemensos & BGN Matangkan Skema Distribusi 2026

JAKARTA – Pemerintah terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga menyentuh kelompok paling rentan. Pada Rabu (4/2/2026), Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan kemajuan signifikan dalam pematangan skema distribusi makanan bergizi bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar nutrisi nasional dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas dan akses ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Skema Distribusi: Langsung ke Pintu Rumah

Berbeda dengan program untuk anak sekolah yang berpusat di institusi pendidikan, MBG untuk lansia dan disabilitas direncanakan menggunakan pendekatan door-to-door. Kemensos akan mengandalkan basis data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memetakan penerima manfaat secara akurat.

Beberapa poin krusial dalam pematangan program ini meliputi:

  • Integrasi Data: Sinkronisasi data antara BGN dan Kemensos untuk menghindari tumpang tindih bantuan.

  • Keterlibatan Masyarakat: Pemberdayaan kelompok masyarakat (Pokmas) atau pendamping sosial di tingkat desa untuk membantu proses pengantaran makanan.

  • Standar Nutrisi Khusus: Penyesuaian menu makanan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan lansia (misalnya: rendah gula/garam) dan kebutuhan gizi spesifik disabilitas.

Meningkatkan Kualitas Hidup Lewat Gizi

Kerja sama ini dipandang sebagai tonggak baru dalam transformasi bantuan sosial di Indonesia. Tidak lagi sekadar memberikan bantuan tunai, pemerintah kini hadir dengan intervensi langsung pada kualitas konsumsi harian masyarakat.

“Kami ingin memastikan tidak ada lansia atau saudara kita yang disabilitas terlewatkan. Program MBG ini adalah mandat negara untuk menghadirkan keadilan gizi bagi setiap warga negara, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan,” ungkap perwakilan otoritas di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Program ini diharapkan dapat menekan angka malnutrisi pada lansia dan meningkatkan taraf kesehatan penyandang disabilitas, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan vendor makanan di tingkat kecamatan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/