konferensi-pers-bnn-gagalkan-peredaran-sabu-16-kg-di-aceh-senilai-rp-208-m-1770272490154_169
Perburuan Besar! BNN Kejar Otak Penyelundupan 160 Kg Sabu di Aceh Jaringan Golden Triangle

ACEH – Perang terhadap narkotika di awal tahun 2026 semakin memanas. Badan Narkotika Nasional (BNN) kini tengah melakukan perburuan besar-besaran terhadap sosok “Big Boss” atau otak intelektual di balik upaya penyelundupan 160 kg sabu yang berhasil digagalkan di wilayah Aceh.

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa barang haram dalam jumlah fantastis ini dikirim melalui jalur laut dan memiliki keterkaitan erat dengan sindikat legendaris Golden Triangle (Segitiga Emas), kawasan produsen narkotika terbesar di Asia Tenggara yang meliputi perbatasan Myanmar, Laos, dan Thailand.

Aceh: Pintu Masuk Strategis yang Terus Diincar

Geografi Aceh yang berbatasan langsung dengan perairan internasional di Selat Malaka kembali dimanfaatkan oleh sindikat internasional sebagai pintu masuk utama. Dengan total barang bukti mencapai 160 kg, BNN memperkirakan jutaan nyawa anak bangsa berhasil diselamatkan dari ancaman kecanduan.

Berikut adalah beberapa poin krusial dari operasi ini:

  • Modus Operandi: Barang dikirim menggunakan kapal nelayan di tengah laut (ship-to-ship) untuk menghindari deteksi radar otoritas pelabuhan.

  • Koneksi Internasional: Kemasan dan karakteristik sabu identik dengan produk dari jaringan Segitiga Emas yang dikenal memiliki kemurnian tinggi.

  • Target Operasi: BNN tidak hanya berhenti pada kurir lapangan, namun fokus pada pemutusan aliran dana (follow the money) dan penangkapan aktor intelektualnya.

BNN: Tidak Ada Ruang Aman bagi Bandar

Pihak BNN menegaskan bahwa mereka telah mengantongi identitas yang diduga menjadi pengendali utama jaringan ini. Koordinasi dengan kepolisian internasional (Interpol) juga telah ditingkatkan mengingat pergerakan pelaku yang sering berpindah negara.

“Kami tidak akan berhenti pada penangkapan kurir. Otak di balik 160 kg sabu ini sedang kami kunci pergerakannya. Siapa pun yang bermain dengan nyawa generasi muda kita di tanah Aceh, akan kami kejar sampai ke lubang mana pun mereka bersembunyi,” tegas perwakilan BNN, Jumat (6/2/2026).

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan di pesisir pantai dan segera melapor jika melihat adanya transaksi ilegal di perairan terpencil.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/