DEPOK – Jagat hukum Indonesia kembali diguncang oleh aksi pembersihan internal. Pada Sabtu (7/2/2026), rincian mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum hakim di Pengadilan Negeri (PN) Depok terungkap ke publik. Bukannya mencetak hole-in-one, sang hakim justru terperosok ke dalam lubang hukum setelah mencoba melarikan diri dari sergapan petugas.
Proses penangkapan ini tergolong sangat dramatis karena melibatkan aksi kejar-kejaran di jalanan yang menegangkan.
Kronologi: “Green” yang Berujung Borgol
Penyelidikan yang sudah dilakukan selama beberapa minggu terakhir memuncak pada sebuah pertemuan rahasia di sebuah kawasan elit. Berikut adalah urutan kejadiannya:
-
Pantauan di Area Golf: Petugas sudah mengintai sejak pagi di sebuah area golf populer. Diduga, lokasi ini dipilih untuk melakukan transaksi suap demi meminimalkan kecurigaan.
-
Penyerahan Barang Bukti: Terdeteksi adanya perpindahan tas yang diduga berisi uang tunai dari seorang pihak swasta kepada sang oknum hakim.
-
Upaya Melarikan Diri: Saat petugas mencoba mendekat untuk melakukan penyergapan, sang hakim yang menyadari kehadiran aparat langsung memacu kendaraannya keluar dari area parkir.
-
Aksi Kejar-kejaran: Terjadi aksi kejar-kejaran antara mobil petugas dan kendaraan oknum hakim di jalanan sekitar Depok. Aksi ini berakhir setelah mobil pelaku terjepit di kemacetan dan berhasil dikepung petugas.
Komitmen Pemberantasan Mafia Peradilan
Penangkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi penegak hukum tidak main-main dalam memberantas mafia peradilan. Hakim yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, justru diduga mencoreng marwah pengadilan demi keuntungan pribadi.
“Kami tidak akan memberikan toleransi. Siapa pun yang bermain-main dengan hukum, termasuk mereka yang berada di dalam sistem itu sendiri, akan kami tindak tegas. Penangkapan di area golf ini membuktikan bahwa modus para pelaku semakin beragam, namun kami selalu satu langkah di depan,” tegas perwakilan otoritas penegak hukum, Sabtu (7/2/2026).
Petugas dilaporkan menyita uang tunai dalam jumlah besar serta beberapa perangkat komunikasi sebagai barang bukti utama untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam sindikat suap ini.
Baca juga berita update lainnya disini:Â https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini:Â https://kabarbaghasasi.com/
























