WhatsApp Image 2026-02-20 at 13.10.38
Jelang Buka Puasa, 11 Bus Transjakarta Terjebak Macet Parah di Gatot Subroto Jakarta

JAKARTA — Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan luar biasa panjang pada Kamis (19/2/2026) menjelang waktu berbuka puasa. Kepadatan kendaraan terjadi sejak sore hari dan semakin parah saat masyarakat mulai bergerak pulang kerja untuk mempersiapkan buka puasa bersama keluarga.

Kemacetan tersebut berdampak langsung pada layanan transportasi umum, termasuk armada Transjakarta. Sebanyak 11 unit bus dilaporkan terjebak dalam antrean panjang kendaraan dan nyaris tidak dapat bergerak sama sekali.

Kondisi ini membuat waktu tempuh perjalanan meningkat drastis. Beberapa penumpang terlihat turun dari bus karena khawatir terlambat berbuka puasa atau memiliki keperluan mendesak lainnya. Situasi tersebut juga memicu keluhan masyarakat yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian.

Lonjakan Volume Kendaraan

Kemacetan terjadi akibat lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Waktu menjelang buka puasa memang dikenal sebagai salah satu periode paling padat selama bulan Ramadan. Banyak pekerja yang pulang hampir bersamaan, ditambah aktivitas masyarakat yang berburu makanan untuk berbuka.

Sejumlah pengendara melaporkan bahwa kendaraan hanya dapat bergerak beberapa meter dalam hitungan menit. Kemacetan mengular hingga beberapa titik di sepanjang koridor Gatot Subroto yang merupakan salah satu jalur utama penghubung wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Selain kendaraan pribadi, angkutan umum, ojek online, hingga kendaraan logistik turut memperparah kepadatan. Minimnya ruang gerak membuat arus lalu lintas praktis tersendat total.

Dampak terhadap Layanan Publik

Terjebaknya 11 bus Transjakarta dalam kemacetan menunjukkan bahwa jalur tersebut tidak sepenuhnya steril dari hambatan. Meski memiliki jalur khusus di beberapa titik, kepadatan ekstrem tetap berdampak pada operasional bus.

Penumpang mengaku perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 20–30 menit bisa molor hingga lebih dari satu jam. Kondisi ini tentu merugikan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada transportasi umum sebagai moda utama.

Kemacetan panjang juga meningkatkan risiko keterlambatan jadwal layanan serta potensi penumpukan penumpang di halte-halte berikutnya.

Ramadan dan Titik Rawan Macet

Setiap bulan Ramadan, sejumlah ruas jalan di Jakarta memang menjadi titik rawan kemacetan, terutama pada sore hari menjelang berbuka. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun, dipicu oleh mobilitas tinggi dalam waktu yang bersamaan.

Pengamat transportasi menilai perlu adanya rekayasa lalu lintas tambahan serta pengawasan lebih ketat di jam-jam rawan agar kepadatan dapat diminimalkan. Pengaturan lampu lalu lintas yang adaptif serta pengendalian kendaraan pribadi menjadi salah satu solusi yang sering disarankan.

Imbauan untuk Masyarakat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal selama Ramadan guna menghindari kepadatan ekstrem. Penggunaan transportasi umum secara tertib serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.

Kemacetan parah di Gatot Subroto ini kembali menjadi pengingat bahwa manajemen lalu lintas di ibu kota masih menjadi tantangan besar, terutama pada momen-momen dengan lonjakan mobilitas tinggi seperti menjelang buka puasa.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/