JAKARTA — Fenomena pasang maksimum air laut kembali menyebabkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir DKI Jakarta pada Senin (8/12/2025) siang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan adanya peningkatan jumlah titik genangan yang signifikan. Hingga siang ini, tercatat sebanyak 23 Rukun Tetangga (RT) dan 2 ruas jalan utama telah terendam air laut pasang, yang mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Wilayah Terdampak Paling Parah
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta (sebutkan nama jika ada data terbaru, misal: Isnawa Adji) menjelaskan bahwa genangan rob ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Utara.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 cm hingga 40 cm di beberapa titik cekungan. Wilayah yang paling banyak terdampak antara lain berada di Kelurahan Pluit, Penjaringan, dan Marunda.
“Air mulai naik sejak pagi menjelang siang seiring dengan siklus pasang air laut. Kami mencatat ada perluasan area terdampak menjadi 23 RT,” ungkap data resmi BPBD.
Lalu Lintas Terhambat
Selain pemukiman warga, banjir rob juga menggenangi dua ruas jalan vital yang menyebabkan akses kendaraan terhambat. Para pengendara sepeda motor diimbau untuk tidak memaksakan diri melintas karena air laut yang asin berpotensi merusak mesin kendaraan (korosi).
Petugas dari Dinas Perhubungan dan PPSU (Pasukan Oranye) telah diterjunkan ke lokasi jalan tergenang untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengendara yang mogok.

Upaya Penyedotan Air
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk mengaktifkan pompa-pompa mobile dan stasiun pompa stasioner di waduk-waduk sekitar lokasi terdampak.
“Target kami adalah air bisa surut secepatnya begitu pasang laut mulai turun. Petugas standby di lokasi untuk memastikan saluran air tidak tersumbat sampah,” tambah keterangan tersebut.
Imbauan BMKG
Fenomena banjir rob ini sejalan dengan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG terkait potensi pasang maksimum air laut di pesisir utara Jakarta. Masyarakat yang tinggal di bantaran pantai atau pelabuhan diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan muka air laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























