menteri-lh-hanif-faisol-nurofiq-berjalan-di-depan-saat-meninjau-kondisi-banjir-di-wilayah-das-batang-toru-dan-garoga-di-sumate-1765073573032_169
Menteri LH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Bukan dari Hulu Batang Toru, Tapi...

TAPANULI SELATAN – Misteri mengenai asal-usul ribuan kayu gelondongan yang memenuhi sungai saat banjir bandang di Sumatera Utara perlahan mulai terkuak. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memberikan klarifikasi langsung usai meninjau lokasi bencana di Tapanuli Selatan.

Hanif menegaskan bahwa berdasarkan verifikasi lapangan, tumpukan material kayu tersebut dipastikan tidak berasal dari kawasan hulu Sungai Batang Toru.

Bantah Kerusakan di Hulu Paling Atas

Dalam kunjungannya menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru dan Garoga, Sabtu (6/12/2025), Hanif membantah spekulasi yang menyebut sumber utama kayu adalah pembalakan di zona inti hulu.

“Kami memastikan bahwa material kayu yang memenuhi aliran sungai bukan berasal dari hulu Batang Toru. Namun, proses pemeriksaan tetap kami lakukan secara rinci,” tegas Hanif dalam keterangan persnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kondisi hutan di zona paling hulu (puncak) dinilai masih relatif terjaga, atau setidaknya bukan menjadi sumber utama gelondongan kayu yang hanyut tersebut.

Temukan Kayu Bekas Gergaji: Ada Campur Tangan Manusia?

Meski membantah dari hulu, Menteri LH tidak menutup mata terhadap adanya indikasi aktivitas ilegal di sepanjang aliran sungai. Di kawasan Desa Garoga, tim Kementerian LH menemukan fakta mengejutkan.

Material kayu yang hanyut ternyata merupakan kombinasi antara pohon yang tumbang alami akibat longsor dan kayu yang masuk ke sungai secara tidak wajar.

“Secara teknis kayu ini agak berumur lama. Ada sebagian yang dipotong dengan mesin gergaji,” ungkap Hanif.

Temuan bekas gergaji ini memperkuat dugaan adanya aktivitas pembukaan lahan (land clearing) atau penebangan kayu yang sisa-sisanya dibiarkan menumpuk, lalu tersapu air bah saat curah hujan ekstrem melanda.

Audit Lingkungan: 4 Perusahaan Disetop

Sebagai buntut dari temuan ini, Kementerian LH mengambil langkah tegas. Hanif memerintahkan penghentian sementara operasional empat perusahaan yang beroperasi di sekitar DAS Batang Toru.

Langkah ini diambil untuk mempermudah proses audit lingkungan dan investigasi mendalam. Jika dalam prosesnya ditemukan kelalaian atau kesengajaan yang memperburuk dampak bencana, pemerintah berjanji akan menjatuhkan sanksi pidana tanpa kompromi.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/