anutin-charnvirakul-terpilih-jadi-pm-thailand-1757065628307_169
Gejolak Ganda: Thailand Resmi Bubarkan Parlemen di Tengah Perang Sengit Lawan Kamboja

BANGKOK – Krisis di Thailand mencapai titik didih baru. Di tengah eskalasi perang yang mematikan di perbatasan dengan Kamboja, Pemerintah Thailand secara mengejutkan mengumumkan pembubaran parlemen pada Jumat (12/12/2025).

Langkah drastis ini diumumkan melalui Royal Gazette setelah Raja Thailand menandatangani dekrit kerajaan, membuka jalan bagi pemilihan umum (Pemilu) baru yang harus digelar dalam waktu 45 hingga 60 hari ke depan.

Cari Mandat Baru di Tengah Krisis

Perdana Menteri Thailand dalam pidato singkatnya menyatakan bahwa pembubaran parlemen adalah satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri kebuntuan politik di Bangkok. Ia menegaskan perlunya mandat baru yang kuat dari rakyat untuk menghadapi tantangan eksternal, yakni agresi militer di perbatasan.

“Kita butuh pemerintahan yang solid. Saya kembalikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan arah masa depan bangsa di masa kritis ini,” ujarnya.

Namun, keputusan ini menuai kritik tajam. Pihak oposisi menilai langkah ini sebagai upaya putus asa untuk mempertahankan kekuasaan dan justru membahayakan keamanan nasional.

Pemerintahan ‘Caretaker’ Pimpin Perang

Dengan bubarnya parlemen, Thailand kini dipimpin oleh kabinet sementara (caretaker) dengan kekuasaan terbatas. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional, terutama ASEAN.

Banyak pihak mempertanyakan efektivitas pemerintahan sementara dalam mengambil keputusan strategis militer, mengingat pertempuran di wilayah sengketa Preah Vihear sedang dalam intensitas tinggi yang telah menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.

Bangkok Siaga, Perbatasan Membara

Kondisi Thailand kini terjepit dalam dua krisis sekaligus (double crisis). Di perbatasan timur, tank dan jet tempur masih bersiaga menghadapi pasukan Kamboja. Sementara di ibu kota Bangkok, suhu politik memanas dengan potensi demonstrasi dari kelompok-kelompok yang tidak puas.

Komisi Pemilihan Umum (ECT) Thailand kini berpacu dengan waktu untuk menetapkan tanggal pemilu di tengah situasi darurat militer di beberapa provinsi perbatasan.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/