iran-nuclearsanctions-usa-1750929101120_169
NATO di Ujung Tanduk? Trump Siapkan Opsi Militer Rebut Greenland, Sekutu Eropa Ketar-ketir

BRUSSELS/WASHINGTON – Soliditas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang berada di titik nadir. Kabar mengejutkan datang dari Washington, di mana Presiden Donald Trump dilaporkan tidak main-main dengan ambisinya menguasai Greenland.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah mematangkan skenario penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan pulau terbesar di dunia tersebut. Sontak, kabar ini membuat sekutu Amerika di Eropa, khususnya Denmark, meradang dan berada dalam posisi siaga.

Skenario “Perang Saudara” NATO?

Isu ini memicu krisis eksistensial bagi NATO. Denmark, sebagai pemilik kedaulatan atas Greenland, adalah anggota setia NATO. Jika AS—yang notabene adalah pemimpin de facto NATO—menggunakan kekuatan militer terhadap Denmark, maka prinsip dasar aliansi ini akan runtuh.

Pasal 5 NATO menyebutkan bahwa “serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua”. Namun, pasal ini tidak pernah dirancang untuk skenario di mana penyerangnya adalah anggota aliansi itu sendiri.

“Jika AS benar-benar mengirim pasukan ke Nuuk (Ibukota Greenland) tanpa izin Copenhagen, NATO resmi tamat hari itu juga,” ujar seorang analis pertahanan Eropa.

Mengapa Sekarang?

Bocoran informasi menyebutkan bahwa desakan Trump untuk merebut Greenland didorong oleh Urgent Strategic Necessity (Kebutuhan Strategis Mendesak).

Tahun 2026 dianggap sebagai momen krusial (“Ini Waktunya“) karena persaingan di Kutub Utara (Arktik) makin memanas. Mencairnya es membuka jalur pelayaran baru dan akses ke sumber daya alam melimpah. AS tidak ingin kalah cepat dari Rusia dan China yang sudah lebih dulu menancapkan pengaruh kuat di kawasan es tersebut.

Bagi Trump, Greenland adalah “Kapal Induk Tidak Bergerak” yang wajib dikuasai AS demi dominasi global, dengan cara apapun.

Eropa Galang Kekuatan

Merespons ancaman ini, para pemimpin Uni Eropa dilaporkan mulai menggelar pertemuan darurat tertutup. Mereka berusaha mencari cara diplomatik untuk meredam ambisi Trump tanpa harus memicu konfrontasi fisik.

Namun, di lapangan, Angkatan Bersenjata Denmark di Greenland dikabarkan telah meningkatkan status kewaspadaan pemantauan wilayah, mengantisipasi pergerakan “tamu tak diundang” yang mungkin datang dari arah barat.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/