CARACAS – Upaya Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkan kekuasaan di Venezuela mencapai titik didih yang mematikan. Sebuah operasi militer rahasia yang dilancarkan pasukan khusus AS dengan target utama menangkap Presiden Nicolas Maduro, berubah menjadi ladang pembantaian.
Laporan terbaru dari lapangan mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah merenggut nyawa setidaknya 56 personel militer. Korban tewas tidak hanya berasal dari tentara nasional Venezuela, tetapi juga melibatkan pasukan dari negara sekutu erat mereka, Kuba.
Pertempuran Sengit di Jantung Kekuasaan
Operasi yang disebut-sebut sebagai upaya “pemenggalan kepala rezim” ini memicu baku tembak intensitas tinggi. Pasukan pengawal elit Maduro, yang didukung oleh penasihat militer dan personel tempur dari Kuba, memberikan perlawanan sengit terhadap unit penyerbu AS.
“Mereka (pasukan AS) mencoba masuk untuk mengambil Presiden, tapi pertahanan di lingkaran satu bereaksi keras. Kontak senjata terjadi sangat brutal,” ungkap sumber lokal yang dekat dengan militer Venezuela.
Tewasnya puluhan tentara ini menandakan bahwa loyalitas militer terhadap Maduro masih kuat, sekaligus menunjukkan betapa dalamnya keterlibatan Kuba dalam menopang keamanan rezim sosialis di Caracas.

Washington: “Misi Belum Selesai?”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih apakah operasi ini dianggap gagal total atau merupakan tahap awal dari invasi yang lebih besar. Namun, jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar dipastikan akan memicu reaksi keras dari komunitas internasional, terutama dari blok anti-Barat seperti Rusia dan China yang selama ini menyokong Venezuela.
Kuba Terseret dalam Konflik
Keterlibatan tentara Kuba yang ikut tewas dalam insiden ini menambah kompleksitas konflik. Hal ini menjadi bukti nyata tuduhan AS selama ini bahwa Havana mengirimkan militernya untuk mempertahankan Maduro. Insiden ini berpotensi memperluas ketegangan tidak hanya antara Washington dan Caracas, tetapi juga memanaskan kembali permusuhan lama antara AS dan Kuba.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya: Apakah ini akan memicu perang terbuka di Amerika Selatan?
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























