puri-kembangan-masih-tergenang-banjir-pompa-air-dikerahkan-1741149748490_169
Jakarta Siaga Hujan Ekstrem: 1.204 Unit Pompa Dikerahkan untuk Kuras Banjir di Berbagai Wilayah

JAKARTA – Menghadapi kepungan banjir akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang mengguyur sejak Kamis malam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat. Sebanyak 1.204 unit pompa dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak pada Jumat (23/1/2026) untuk mempercepat penyurutan genangan yang merendam pemukiman dan ruas jalan utama.

Pengerahan infrastruktur pengendali banjir ini dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administrasi guna meminimalisir dampak sosial dan ekonomi bagi warga Jakarta.

Kombinasi Pompa Stasioner dan Mobile

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh infrastruktur pompa berfungsi optimal. Strategi penyedotan air ini dilakukan dengan menggabungkan dua jenis armada pompa:

  • Pompa Stasioner (Tetap): Difokuskan untuk menjaga level air di waduk, kanal, dan sungai-sungai utama agar tetap berada pada batas aman.

  • Pompa Mobile (Bergerak): Sebanyak 112 unit pompa mobile disiagakan secara spesifik di 84 lokasi yang menjadi titik rawan genangan instan guna membuang air langsung ke saluran pembuangan terdekat.

Selain armada mesin, Pemprov DKI juga menyiagakan sekitar 3.880 personel “Pasukan Biru” yang tersebar di lapangan untuk memastikan tali-tali air tidak tersumbat sampah dan proses penyedotan berjalan tanpa kendala teknis.

Wilayah Terdampak dan Kondisi Terkini

Hingga Jumat pagi, tercatat sekitar 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta masih terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Beberapa wilayah seperti Rawa Buaya bahkan mencatatkan ketinggian air hingga 1,5 meter, sementara Jalan Daan Mogot tergenang sekitar 60 cm.

Langkah percepatan kuras banjir ini difokuskan pada:

  1. Akses Vital: Ruas jalan protokol agar mobilitas warga dan transportasi publik seperti Transjakarta tetap dapat beroperasi.

  2. Pemukiman Padat: Area di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang memiliki risiko genangan paling lama.

  3. Area Fasilitas Umum: Termasuk rumah sakit, sekolah, dan objek vital nasional lainnya.

Upaya Terintegrasi Mengatasi Cuaca Ekstrem

Pengerahan 1.204 pompa ini merupakan bagian dari operasi besar penanggulangan bencana hidrometeorologi di Jakarta. Selain penyedotan air, pemerintah juga melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) serta pengawasan ketat terhadap pintu-pintu air dan rumah pompa.

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk terus memantau informasi tinggi muka air (TMA) melalui kanal resmi dan segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi darurat. Kecepatan surutnya banjir kali ini sangat bergantung pada keberhasilan kerja kolaboratif antara mesin pompa di lapangan dan intensitas hujan yang diharapkan segera melandai.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/