NGADA, NTT – Kabar duka yang menyelimuti dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru yang kian menyayat hati. Setelah sebelumnya diberitakan karena faktor alat tulis, muncul fakta tambahan yang lebih berat. Pada Kamis (5/2/2026), terungkap bahwa korban diduga merasa tertekan setelah dimintai iuran atau uang sekolah sebesar Rp 1,2 juta per tahun.
Bagi keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem, angka tersebut bukan sekadar angka, melainkan tembok besar yang menghalangi hak seorang anak untuk belajar.
Beban Finansial di Tengah Klaim Sekolah Gratis
Meski pemerintah secara rutin mengampanyekan program sekolah gratis, realita di lapangan sering kali berkata lain melalui berbagai bentuk iuran komite atau sumbangan sukarela yang “dipaksakan”.
Dalam kasus ini, beban biaya sebesar:
Mungkin terdengar kecil bagi masyarakat perkotaan, namun bagi warga di pelosok Ngada, jumlah ini bisa setara dengan biaya makan keluarga selama beberapa hari. Tekanan untuk melunasi biaya inilah yang diduga menjadi akumulasi beban mental korban hingga mengambil langkah nekat.
Alarm bagi Sistem Pendidikan Nasional
Tragedi ini menjadi tamparan keras bahwa kemiskinan masih menjadi pembunuh paling nyata bagi cita-cita anak bangsa. Pendidikan yang seharusnya menjadi alat mobilitas vertikal untuk keluar dari kemiskinan, justru menjadi jerat yang mengakhiri hidup karena biayanya yang tak terjangkau.
“Uang Rp 1,2 juta seharusnya tidak boleh lebih berharga daripada nyawa seorang anak. Jika iuran sekolah menjadi alasan seorang siswa SD menyerah pada hidup, maka sistem pendidikan kita sedang dalam keadaan darurat moral,” tulis salah satu pengamat pendidikan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kepolisian kini tengah mendalami mekanisme pemungutan uang tersebut di sekolah korban untuk memastikan apakah ada unsur pemaksaan atau intimidasi yang memicu depresi pada sang siswa.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























