Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia K-Pop. Mark Lee dikabarkan resmi meninggalkan SM Entertainment setelah kontraknya berakhir, yang sekaligus menandai berakhirnya aktivitasnya bersama unit NCT Dream dan NCT 127. Informasi ini langsung memicu reaksi besar dari penggemar global karena Mark dikenal sebagai salah satu member paling ikonik dalam sistem NCT.
Mark merupakan salah satu member dengan peran krusial sejak debut NCT. Ia dikenal sebagai rapper utama, dancer, sekaligus member yang aktif di banyak unit, termasuk NCT U, NCT 127, dan NCT Dream. Kepergiannya membuat publik bertanya-tanya tentang masa depan formasi kedua unit tersebut, terutama karena Mark selama ini dianggap sebagai “jembatan” antar unit.
Dalam NCT Dream, Mark sebelumnya sempat lulus dari sistem “graduation concept” pada 2018, sebelum akhirnya kembali bergabung ketika konsep tersebut dihapus pada 2020. Sejak saat itu, NCT Dream dikenal dengan formasi tujuh member yang solid dan stabil. Namun dengan keluarnya Mark, NCT Dream kini kembali beranggotakan enam orang, yakni Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, Chenle, dan Jisung.
Sementara itu di NCT 127, perubahan yang terjadi juga cukup signifikan. Tanpa Mark, unit ini tersisa dengan Taeyong, Johnny, Yuta, Doyoung, Jaehyun, Jungwoo, dan Haechan. Mark selama ini menjadi rapper utama sekaligus performer kunci yang memberikan warna khas dalam musik NCT 127. Kehilangannya diprediksi akan membawa perubahan pada warna musik maupun pembagian peran dalam grup.
Meski demikian, belum ada pernyataan detail terkait alasan Mark tidak melanjutkan kontraknya. Namun dalam industri K-Pop, berakhirnya kontrak eksklusif merupakan hal yang umum terjadi, terutama bagi idol yang telah aktif selama bertahun-tahun dan ingin mengeksplorasi jalur karier baru, baik sebagai solois, produser, maupun aktivitas di luar agensi sebelumnya.
Bagi penggemar, kepergian Mark bukan hanya soal perubahan formasi grup, tetapi juga momen emosional karena ia telah menjadi bagian penting dari perjalanan NCT sejak awal debut pada 2016. Selama hampir satu dekade, Mark dikenal sebagai sosok pekerja keras yang aktif di berbagai proyek musik, konser dunia, hingga kolaborasi global.
Reaksi penggemar di media sosial pun beragam. Banyak yang mengungkapkan rasa sedih sekaligus dukungan terhadap langkah baru Mark. Tidak sedikit pula yang berharap ia tetap menjaga hubungan baik dengan para member NCT lainnya, serta membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Perubahan ini dipastikan menjadi titik balik bagi NCT Dream dan NCT 127. Kedua unit tersebut kini menghadapi tantangan untuk menata ulang konsep, distribusi vokal, rap, hingga koreografi agar tetap mempertahankan identitas mereka di tengah industri K-Pop yang kompetitif.
Meski begitu, sejarah K-Pop menunjukkan bahwa perubahan formasi bukan akhir dari perjalanan sebuah grup. Banyak grup besar yang justru menemukan warna baru setelah melalui fase transisi. Penggemar kini menantikan arah baru yang akan diambil oleh kedua unit NCT tersebut sekaligus menunggu langkah karier Mark selanjutnya.
Ke depan, publik akan terus memantau apakah Mark akan melanjutkan karier sebagai solois, bergabung dengan agensi baru, atau mengeksplorasi proyek internasional. Yang pasti, perannya dalam perjalanan NCT akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah grup tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















