Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi ekonomi nasional yang lebih berpihak kepada rakyat. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia harus segera keluar dari pola ekonomi lama yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan merata bagi masyarakat.
Menurut Prabowo, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia selama ini belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Ia menyoroti kondisi di mana berbagai komoditas strategis nasional justru lebih banyak memberikan manfaat kepada pihak luar, sementara sebagian masyarakat masih belum merasakan dampak optimal dari kekayaan tersebut. Karena itu, pemerintah menempatkan transformasi ekonomi sebagai agenda utama dalam pembangunan nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa transformasi yang dimaksud bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan membangun sistem ekonomi yang benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia menilai pembangunan ekonomi harus mampu menghadirkan keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menikmati hasil pembangunan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki mandat langsung dari rakyat untuk melakukan perubahan mendasar terhadap arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah ingin memastikan sektor-sektor strategis seperti energi, pertambangan, pangan, dan industri pengolahan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan ekonomi yang sebelumnya telah diperkenalkan pemerintah. Dalam sejumlah forum internasional, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya hilirisasi industri, industrialisasi nasional, serta penguatan investasi yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia. Pemerintah juga mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih strategis agar nilai ekonominya tidak terus mengalir ke luar negeri tanpa memberikan dampak maksimal bagi pembangunan nasional.
Selain itu, pemerintah saat ini tengah berupaya memperkuat ketahanan ekonomi melalui berbagai program prioritas, mulai dari swasembada pangan, penguatan sektor energi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan industri berbasis sumber daya domestik. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketimpangan yang masih terjadi di berbagai daerah.
Prabowo menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju karena didukung oleh kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk produktif yang besar. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa bekerja sama dalam membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat persatuan serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap kebijakan pembangunan nasional.
Pengamat menilai arah kebijakan yang disampaikan Prabowo menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan ekonomi domestik dan peningkatan peran masyarakat dalam rantai nilai industri nasional. Dengan transformasi yang sedang disiapkan, pemerintah berharap masyarakat Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam bangsa sendiri, melainkan menjadi pelaku utama yang menikmati hasil pembangunan secara nyata.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























