WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.31.30
Aceh Diguncang Gempa Dahsyat M 6,4! Warga Sempat Panik, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BANDA ACEH – Masyarakat di wilayah Serambi Mekkah dikejutkan oleh getaran hebat akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 yang mengguncang wilayah Aceh pada Selasa (3/3/2026). Meskipun guncangan terasa cukup kuat hingga memicu kepanikan warga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan konfirmasi cepat bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat titik yang berada di laut, namun kedalamannya memastikan tidak adanya pergeseran lempeng yang memicu gelombang pasang raksasa.

Gempa yang terjadi pada siang hari ini dilaporkan terasa di beberapa kabupaten dan kota di Aceh, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, hingga merambat ke wilayah pesisir barat. Di pusat kota, sejumlah warga yang berada di dalam bangunan tinggi berhamburan keluar ke area terbuka untuk menyelamatkan diri.

“Getarannya terasa cukup lama, sekitar beberapa detik. Lampu gantung di kantor bergoyang keras, kami langsung instruksikan semua staf untuk lewat tangga darurat,” ujar salah satu pekerja di kawasan Banda Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang masif atau adanya korban jiwa. Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) saat ini tengah melakukan patroli dan pendataan di lapangan, terutama di wilayah yang paling dekat dengan pusat gempa.

Dalam rilis resminya, BMKG menegaskan bahwa parameter gempa menunjukkan kekuatan M 6,4 dengan kedalaman menengah. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi yang tidak memicu kenaikan volume air laut secara signifikan.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun, kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab di media sosial,” tulis keterangan resmi BMKG.

Mengingat Aceh berada di jalur patahan aktif, BMKG dan pemerintah setempat kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana mandiri. Warga diminta untuk:

Menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat getaran.

Memeriksa kondisi rumah sebelum kembali masuk ke dalam ruangan.

Selalu memantau informasi resmi hanya melalui aplikasi infoBMKG atau kanal berita terpercaya.

Meskipun status tidak berpotensi tsunami telah dikeluarkan, potensi gempa susulan (aftershocks) masih mungkin terjadi dengan kekuatan yang lebih kecil. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama bagi warga di sekitar lokasi terdampak.