20250728_120205_3e119b1f-1bdf-4c2e-890a-a3ea597ef72e
Agensi ILLIT Gugat Admin Fandom NewJeans ‘Team Bunnies’: Tuntut Ganti Rugi 100 Juta Won atas Tuduhan Plagiarisme

Seoul — Agensi girl group ILLIT, yang dinaungi oleh Belift Lab (anak perusahaan HYBE), resmi mengajukan gugatan perdata senilai 100 juta won (sekitar Rp1,1 miliar) terhadap operator akun fandom NewJeans yang dikenal sebagai “Team Bunnies.” Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Distrik Barat Seoul pada 11 Desember 2025, dengan alasan bahwa akun tersebut menyebarkan informasi yang dianggap mencemarkan nama baik dan merugikan bisnis agensi serta artis yang dinaunginya.

Menurut dokumen gugatan, Belift Lab menilai bahwa beberapa unggahan Team Bunnies telah menyebarkan klaim plagiarisme antara ILLIT dan NewJeans, sebuah tuduhan yang dianggap sangat merugikan reputasi serta operasional ILLIT sebagai grup K-Pop yang tengah naik daun. Gugatan itu menuduh bahwa informasi keliru yang disebarkan menyebabkan dampak negatif pada citra kedua pihak: ILLIT dan agensinya sendiri.

Team Bunnies, yang aktif terutama lewat platform X (sebelumnya Twitter), awalnya memperkenalkan diri sebagai “sekelompok fans NewJeans yang bekerja di bidang hukum, media, dan budaya.” Namun, investigasi polisi mengungkap fakta bahwa fandom ini sebenarnya dijalankan oleh seorang admin yang masih di bawah umur, dan orang tua dari admin tersebut juga turut digugat karena bertanggung jawab atas pengawasan terhadap anaknya.

Kisah ini bermula ketika konflik online meletus antara fandom NewJeans dan tim ILLIT terkait isu plagiarisme dan perbandingan konsep keduanya. Team Bunnies menyatakan bahwa ILLIT meniru konsep NewJeans – sebuah klaim yang kemudian diperdebatkan secara luas oleh netizen dan media sosial. Belift Lab menolak tuduhan tersebut, dengan pernyataan bahwa konsep kedua grup berbeda dan tidak dapat dianggap sebagai plagiat.

Bahkan, gugatan ini datang setelah Team Bunnies sempat melakukan langkah hukum sebelumnya, yaitu mengajukan laporan pidana terhadap CEO Belift Lab, Kim Tae Ho, terkait tanggapan yang ia sampaikan di media tentang kontroversi plagiarisme tersebut. Tuduhan itu kemudian diperkuat oleh perdebatan di media sosial bahwa pihak manajemen telah memberikan tanggapan yang dianggap tidak memadai.

Selain isu plagiarisme, admin Team Bunnies juga menghadapi masalah hukum lain: pelanggaran Undang-Undang Penggalangan Dana, setelah mengumpulkan lebih dari 50 juta won (sekitar Rp550 juta) secara online dengan alasan untuk mendukung langkah hukum terhadap konten negatif terkait NewJeans. Namun, penggalangan dana itu ternyata tidak didaftarkan pada otoritas yang berwenang, sehingga menimbulkan masalah hukum tambahan dan berujung pada disposisi perlindungan bagi admin yang masih di bawah umur.

Respons publik terhadap berita gugatan ini cukup beragam. Sebagian netizen merasa bahwa tindakan hukum itu diperlukan untuk melindungi industri musik dari desas-desus dan misinformasi yang dapat merugikan artis dan agensi. Namun, ada pula yang mengkritik keras tindakan tersebut, mengingat fandom sering kali menjadi ruang ekspresi fans dan bukan selalu dimaksudkan untuk merugikan pihak lain. Pendapat lain menyebut bahwa pertarungan hukum semacam ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara identitas fandom dan lanskap hukum di industri hiburan Korea Selatan.

Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari perwakilan Team Bunnies atau orang tua admin terkait langkah hukum yang diambil oleh Belift Lab. Gugatan ini diperkirakan akan menjadi sorotan lebih lanjut di industri K-Pop, terutama di kalangan fandom dan agensi artis, karena menyentuh aspek batas antara kritik publik dan tanggung jawab hukum atas konten yang beredar di ruang digital.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/