JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, membuka data mengejutkan terkait besarnya kebutuhan dana untuk memulihkan “wajah” Sumatera Barat pascabencana. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Andre mengungkap bahwa total anggaran yang dibutuhkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 13,52 triliun.
Angka tersebut bukanlah klaim sembarangan, melainkan hasil kalkulasi teknis untuk merekonstruksi infrastruktur vital yang hancur diterjang banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.
Mega Proyek Pemulihan: SDA dan Konektivitas
Dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025), politisi Partai Gerindra ini memaparkan bahwa dana belasan triliun tersebut terbagi untuk dua sektor krusial yang paling terdampak.
“Total kebutuhan kita untuk memulihkan Sumbar itu Rp 13,52 triliun. Ini untuk menyelesaikan masalah banjir lahar dingin dan perbaikan jalan yang putus,” ujar Andre.
Berikut adalah rincian alokasi dana yang diperjuangkan Andre:
-
Rp 10 Triliun untuk Sumber Daya Air (SDA): Porsi terbesar dialokasikan untuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Dana jumbo ini sangat mendesak digunakan untuk normalisasi sungai-sungai yang dangkal, perbaikan tanggul yang jebol, serta pembangunan sabo dam untuk menahan aliran lahar dingin. Tanpa perbaikan ini, ancaman banjir susulan akan terus menghantui warga.
-
Rp 3,52 Triliun untuk Bina Marga (Jalan & Jembatan): Sisanya dialokasikan untuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Dana ini difokuskan untuk menyambung kembali “nadi” perekonomian Sumbar, yaitu jalan-jalan nasional yang amblas dan jembatan yang putus, yang selama ini melumpuhkan akses logistik antar-kabupaten/kota.

Desakan Prioritas Nasional
Andre Rosiade menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur ini tidak bisa ditunda. Ia mendesak Menteri PU, Dody Hanggodo, beserta jajarannya untuk menjadikan proposal ini sebagai prioritas nasional dalam penganggaran negara.
Menurut Andre, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Masyarakat tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga akses ekonomi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PU menjadi kunci utama kebangkitan Sumatera Barat.
“Kami meminta Pak Menteri memberikan atensi khusus. Ekonomi Sumbar tidak akan bangkit kalau infrastrukturnya masih lumpuh,” tegasnya.
Andre berkomitmen akan terus mengawal usulan ini di Senayan hingga anggaran tersebut cair dan realisasi pembangunan fisik dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Minangkabau.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























