Kabar mengejutkan datang dari balik layar produksi anime One Punch Man Season 3. Seorang animator yang terlibat dalam proyek tersebut mengaku kecewa dan meminta maaf kepada para penggemar setelah melihat hasil akhir animasi yang tayang berbeda jauh dari versi yang ia kerjakan.
Melalui unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), animator tersebut—yang disebut bekerja di bawah studio produksi J.C. Staff—menyampaikan rasa frustasinya karena sejumlah adegan yang ia buat dengan detail dan tenaga besar tidak ditampilkan sebagaimana mestinya. Beberapa di antaranya bahkan dipotong atau diganti tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Saya bekerja berbulan-bulan demi adegan itu, tapi hasilnya sama sekali tidak seperti yang saya kerjakan. Saya minta maaf kepada para penggemar yang menunggu hasil terbaik,” tulisnya dalam bahasa Jepang yang kemudian diterjemahkan oleh beberapa akun anime fanbase.

Perbedaan Gaya dan Tekanan Produksi
Sejak diumumkan bahwa One Punch Man Season 3 dikerjakan oleh studio J.C. Staff, banyak penggemar sudah menunjukkan kekhawatiran soal kualitas animasi. Hal ini karena musim pertama yang digarap oleh Studio Madhouse pada 2015 dianggap sebagai salah satu anime dengan animasi terbaik sepanjang masa.
Namun di musim ketiga, penurunan kualitas visual mulai terasa. Banyak adegan laga yang tampak tidak konsisten, frame per detik berkurang, serta beberapa efek sinematik yang terkesan terburu-buru.
Animator tersebut menjelaskan bahwa proses produksi di musim ini berjalan dalam waktu yang sangat sempit, dengan revisi konstan dari tim penyunting. Tekanan deadline yang tinggi menyebabkan beberapa karya individu tidak sempat melalui tahap penyempurnaan.
“Kami diberi waktu sangat sedikit untuk menuntaskan adegan besar. Banyak bagian harus dipotong demi durasi dan efisiensi tayang,” tulisnya lagi.
Reaksi Penggemar dan Dukungan Komunitas
Kekecewaan animator ini segera viral di komunitas anime. Ribuan penggemar di X dan Reddit memberikan dukungan moral, menyebut bahwa masalah tersebut bukan sepenuhnya salah para animator, melainkan sistem produksi anime yang sering kali tidak memberi waktu cukup untuk menghasilkan kualitas maksimal.
Banyak pula animator lain yang ikut bersuara. Beberapa rekan kerja membenarkan bahwa kondisi kerja di proyek One Punch Man Season 3 memang berat. Salah satu staf bahkan mengaku bekerja hampir tanpa hari libur selama lebih dari dua bulan menjelang penayangan episode perdana. Di sisi lain, sebagian besar penggemar menyatakan tetap menghargai usaha tim produksi. Mereka berharap ke depan studio J.C. Staff dapat memperbaiki ritme kerja agar tidak merugikan para kreator di balik layar.
Permintaan Maaf Terbuka
Dalam pernyataannya, animator tersebut menutup unggahannya dengan permintaan maaf terbuka. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap bangga menjadi bagian dari waralaba besar seperti One Punch Man, namun berharap karya para seniman dapat ditampilkan dengan lebih adil.
“Saya mencintai karakter dan cerita ini. Saya hanya ingin hasilnya tampil sebagaimana kami buat. Semoga musim berikutnya bisa lebih baik,” tulisnya.
Pihak studio J.C. Staff sendiri belum memberikan komentar resmi terkait hal ini. Namun rumor di kalangan industri menyebut bahwa beberapa staf internal tengah melakukan evaluasi proses produksi agar insiden serupa tidak terulang di episode mendatang.
Meski begitu, kejujuran animator ini menjadi cermin penting tentang kerasnya dunia industri anime Jepang, di mana kreativitas sering berbenturan dengan tuntutan waktu dan tekanan komersial. Kasus ini juga membuka mata publik bahwa di balik visual spektakuler, ada banyak pengorbanan tenaga kreatif yang jarang terlihat di permukaan.
Dengan permintaan maaf dan refleksi ini, komunitas anime berharap agar ke depan industri dapat memberikan ruang kerja yang lebih manusiawi bagi para animator—orang-orang yang menjadi tulang punggung lahirnya karya visual yang dicintai jutaan penggemar di seluruh dunia.























