WASHINGTON D.C., AS — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan bersejarah yang mengindikasikan pergeseran dramatis dalam kebijakan luar negeri Washington terhadap konflik di Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan kepada pers, Trump secara terbuka memuji pengesahan resolusi terbaru Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Gaza. Ia bahkan menyebut pemungutan suara tersebut sebagai “persetujuan terbesar dalam sejarah“.
Pujian ini datang setelah Amerika Serikat mengambil langkah langka dengan tidak menggunakan hak veto-nya, sebuah tindakan yang secara efektif mengizinkan resolusi tersebut lolos dengan dukungan mayoritas global.
Pergeseran Sikap AS yang Mengejutkan
Selama berpuluh-puluh tahun, Amerika Serikat dikenal sebagai pelindung diplomatik utama Israel di PBB, yang secara rutin menggunakan hak veto-nya untuk memblokir resolusi yang dianggap kritis terhadap Israel.
Namun, dalam pemungutan suara kali ini, pemerintahan Trump memilih untuk abstain atau bahkan mendukung, sebuah langkah yang mengejutkan sekutu dekatnya di Tel Aviv.
Berbicara kepada wartawan, Presiden Trump mengklaim perannya dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut.
“Semua orang mengatakan itu tidak bisa dilakukan. Mereka telah bertarung selamanya,” ujar Trump. “Kami berhasil menyatukan semua orang. Ini adalah persetujuan terbesar yang pernah mereka dapatkan dalam sejarah PBB. Semua orang setuju,” tegasnya.

Apa Isi Resolusi Terbaru PBB?
Resolusi yang dipuji Trump ini dilaporkan menyerukan “jeda kemanusiaan yang segera, berkelanjutan, dan diperpanjang” di Jalur Gaza, yang mengarah pada penghentian permusuhan yang permanen.
Poin-poin penting dari resolusi tersebut diyakini mencakup:
-
Penghentian Pertempuran: Tuntutan untuk segera mengakhiri kekerasan skala besar.
-
Pembebasan Sandera: Seruan untuk pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera yang tersisa.
-
Akses Bantuan Kemanusiaan: Jaminan penuh untuk pembukaan semua koridor bantuan kemanusiaan skala besar, tanpa hambatan, ke seluruh Jalur Gaza.
Dampak di Kancah Global
Sikap baru pemerintahan Trump ini dipandang sebagai hasil dari tekanan internasional dan domestik yang luar biasa untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Lolosnya resolusi ini di DK PBB—tanpa halangan dari AS—memberikan mandat hukum internasional yang jauh lebih kuat untuk menekan pihak-pihak yang bertikai agar segera mengakhiri pertempuran.
Pujian Trump terhadap PBB, sebuah badan yang sering ia kritik di masa lalu, menunjukkan pergeseran strategi yang signifikan, di mana ia kini memposisikan dirinya sebagai “pembawa damai” utama dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut.
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media
Baca juga berita bekasi di: https://kabarbaghasasi.com/
























