01kc85r2grr1h0s5tvmmfybjnc
Aset Disita Negara! Kejagung Pasang Plang di Hotel Ayaka Suites Jaksel Terkait TPPU Bos Sritex

JAKARTA SELATAN – Upaya pengembalian kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terus digencarkan. Kali ini, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak ke kawasan elit Jakarta Selatan.

Sebuah hotel mewah bernama Ayaka Suites yang berlokasi di Jalan Karet Pedurenan, Setiabudi, resmi disita oleh negara pada Jumat (12/12/2025).

Plang “DISITA” Terpasang di Lobi

Pemandangan mencolok terlihat di area depan hotel tersebut. Tim penyidik Kejagung tampak memasang plang dan stiker besar berwarna merah muda bertuliskan “TANAH DAN BANGUNAN INI TELAH DISITA”.

Penyitaan ini bukan tanpa sebab. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung menjelaskan bahwa Hotel Ayaka Suites diduga kuat merupakan aset yang dibeli atau dibangun menggunakan uang hasil kejahatan korupsi.

Aset ini dikaitkan langsung dengan tersangka Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama PT Sritex, yang kini tengah dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Memburu Aliran Dana Kredit Bank

Langkah penyitaan ini merupakan bagian dari strategi follow the money (mengikuti aliran uang) yang diterapkan penyidik. Negara menduga fasilitas kredit macet yang merugikan bank-bank BUMN (Himbara) tidak sepenuhnya digunakan untuk operasional pabrik tekstil, melainkan dilarikan menjadi aset-aset properti pribadi seperti hotel ini.

“Penyitaan dilakukan guna mengamankan aset untuk pengembalian kerugian keuangan negara yang timbul akibat perkara ini,” tegas pihak Kejagung.

Operasional Hotel dalam Pengawasan

Meskipun status kepemilikannya kini berada di bawah penyitaan kejaksaan sebagai barang bukti, biasanya operasional hotel tetap berjalan namun di bawah pengawasan ketat atau diserahkan pengelolaannya kepada badan yang ditunjuk negara hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Kejagung menegaskan tidak akan berhenti di sini. Perburuan aset-aset lain milik para tersangka kasus Sritex, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, akan terus dilakukan untuk memulihkan keuangan negara yang “bocor” triliunan rupiah.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/