api-berkobar-setelah-pelabuhan-di-yaman-terbakar-diserang-israel-pada-sabtu-2072024-waktu-setempat-afp--4_169
Awas Perang Baru! Arab Memanas, Jet Tempur Saudi Kembali Bombardir Yaman, Dunia Tahan Napas

RIYADH/SANAA – Langit Timur Tengah kembali diselimuti asap hitam dan ketegangan tingkat tinggi. Harapan damai yang sempat terjalin tipis kini terancam robek total.

Laporan terbaru dari lapangan mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Arab Saudi telah melancarkan serangkaian serangan udara (airstrikes) masif ke sejumlah titik strategis di wilayah Yaman. Aksi ini memicu kekhawatiran global akan meletusnya kembali perang terbuka di Jazirah Arab.

Ibu Kota Sanaa Diguncang Ledakan

Saksi mata di Ibu Kota Yaman, Sanaa, melaporkan terdengarnya suara dentuman keras berulang kali yang disertai getaran hebat. Serangan tersebut diduga menargetkan basis-basis militer, gudang senjata, dan pusat komando milik kelompok Houthi.

“Ledakannya sangat besar. Langit malam berubah jadi merah karena api. Kami ketakutan perang besar mulai lagi,” ujar salah satu warga setempat kepada kantor berita internasional.

Eskalasi militer ini diduga kuat sebagai respons balasan (retaliation) atas provokasi atau serangan yang sebelumnya dilancarkan ke wilayah perbatasan Kerajaan Saudi. Gencatan senjata yang selama ini rapuh tampaknya telah menemui jalan buntu.

Dampak Domino: Harga Minyak Menggila?

Dunia internasional langsung bereaksi. Para pengamat ekonomi memperingatkan bahwa “Perang Baru Arab” ini bisa menjadi mimpi buruk bagi ekonomi global yang baru saja pulih.

Kawasan Teluk adalah jantung energi dunia. Setiap roket yang terbang di sana berpotensi mengerek harga minyak mentah dunia meroket. Jika jalur distribusi minyak di Selat Bab el-Mandeb terganggu akibat perang ini, negara-negara importir minyak (termasuk Indonesia) harus bersiap menghadapi lonjakan biaya energi.

PBB Serukan Menahan Diri

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah negara besar langsung menyerukan de-eskalasi. Mereka meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan.

Kekhawatiran utama lembaga kemanusiaan adalah nasib warga sipil Yaman. Yaman, yang sudah bertahun-tahun didera krisis kelaparan dan penyakit, tidak akan sanggup menanggung beban perang baru. Serangan udara ini dikhawatirkan akan memperparah penderitaan jutaan anak-anak dan perempuan di wilayah konflik tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/