eyang-meri-hoegeng-wafat-di-usia-100-tahun-teladannya-dikenang-bangsa
Berpulangnya Pilar Kejujuran: Mengenang Eyang Meri, Pendamping Setia Jenderal Hoegeng yang Wafat di Usia 100 Tahun

JAKARTA – Sebuah kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Meriyati, atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari Kapolri legendaris mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso, dikabarkan wafat pada usia yang genap 100 tahun pada Selasa (3/2/2026).

Kepergian beliau bukan sekadar hilangnya seorang saksi sejarah, melainkan berpulangnya sosok yang menjadi pilar utama di balik integritas tak tergoyahkan sang Jenderal jujur.

Pendamping Setia dalam Kesederhanaan

Eyang Meri bukan hanya seorang istri, melainkan kompas moral bagi Jenderal Hoegeng. Sejarah mencatat betapa beliau dengan ikhlas mendukung prinsip suaminya yang sangat antikorupsi, meskipun itu berarti mereka harus hidup dalam kesederhanaan yang ekstrem bagi ukuran pejabat tinggi negara.

Salah satu kisah yang paling dikenang adalah saat Eyang Meri bersedia menutup toko bunganya sesaat setelah Hoegeng dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi, hanya demi menghindari potensi konflik kepentingan.

“Dibalik Lelaki Hebat, Ada Wanita yang Luar Biasa”

Ungkapan tersebut sangat relevan untuk menggambarkan sosok Eyang Meri. Tanpa keteguhan hati seorang istri yang tidak silau akan kemewahan, mungkin sulit bagi Jenderal Hoegeng untuk tetap tegak di tengah godaan kekuasaan pada masanya.

Hingga akhir hayatnya, Eyang Meri tetap menjadi sosok yang dihormati oleh lintas generasi di kepolisian maupun masyarakat sipil. Beliau adalah bukti nyata bahwa kemuliaan tidak diukur dari harta yang dikumpulkan, melainkan dari nama baik yang dijaga hingga akhir hayat.

“Integritas bukan hanya milik mereka yang memegang jabatan, tapi juga milik mereka yang dengan setia menjaga meja makan rumahnya tetap bersih dari uang haram. Eyang Meri telah membuktikan hal itu selama satu abad,” tulis sebuah penghormatan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Selamat jalan, Eyang Meri. Terima kasih telah menunjukkan kepada Indonesia bahwa mendampingi sebuah kejujuran adalah tugas mulia yang abadi.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/