WhatsApp Image 2026-02-27 at 11.36.47
Emas Kian Berkilau! Analis Prediksi Harga Emas Dunia Bakal Melejit ke Level USD 5.386 per Ons

JAKARTA – Pasar komoditas global kembali diwarnai pergerakan positif instrumen emas. Memasuki perdagangan awal Maret 2026, harga emas dunia diprediksi masih memiliki ruang yang luas untuk melanjutkan tren penguatannya. Kombinasi dukungan teknikal yang solid serta sentimen fundamental yang kondusif dinilai menjadi pendorong utama kenaikan logam mulia tersebut sebagai aset safe-haven.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas dalam kerangka waktu (timeframe) H4 saat ini menunjukkan bias bullish yang cukup kuat. Salah satu indikator utamanya adalah kemampuan harga emas bertahan di atas zona psikologis penting di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.100 per troy ons.

“Kemampuan emas bertahan di atas level psikologis tersebut menjadi indikator penting bahwa minat beli masih mendominasi pasar dalam jangka menengah. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal yang kuat, tetapi juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global,” ujar Andy dalam analisis hariannya, Kamis (27/2/2026).

Sinyal Bullish dan Faktor Pendorong

Secara teknikal, struktur pergerakan harga emas saat ini memperlihatkan pola higher low dengan fase konsolidasi yang sehat. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual relatif terbatas. Para pembeli memanfaatkan pelemahan tipis untuk melakukan akumulasi, yang semakin memperkuat sinyal bahwa tren kenaikan masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, ketidakpastian geopolitik menjadi katalis utama penguatan harga emas. Perkembangan negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Secara historis, ketegangan politik internasional memang kerap meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen perlindungan nilai.

Selain itu, pelemahan moderat dolar AS turut mendukung kenaikan harga emas. Melemahnya greenback membuat harga emas relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global. Pasar juga terus mencermati kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi penurunan suku bunga di masa depan mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Proyeksi Target dan Risiko Reversal

Berdasarkan parameter teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan target ambisius dalam waktu dekat. Jika momentum bullish berlanjut tanpa hambatan berarti, harga emas dunia berpotensi menembus level USD 5.386 per troy ons pada pekan depan. Target ini mencerminkan optimisme pasar terhadap ketahanan emas di tengah volatilitas ekonomi global.

Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap skenario alternatif. Andy menekankan pentingnya memantau level kunci di USD 4.630 per troy ons. Jika terjadi pembalikan arah (reversal) signifikan hingga menembus level tersebut, tren berpotensi berubah menjadi bearish dengan potensi penurunan menuju kisaran USD 4.415 per troy ons.

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam periode mendatang masih berada di jalur positif. Dukungan isu geopolitik, kebijakan moneter, serta pelemahan dolar AS diperkirakan akan menjaga emas tetap menjadi primadona bagi investor yang mencari keamanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pekan depan akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah emas mampu mencetak rekor baru di level USD 5.386 atau justru mengalami koreksi.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/