JAKARTA – Langkah politik besar diambil oleh Sahrin Hamid, yang dikenal luas sebagai orang dekat sekaligus juru bicara Anies Baswedan. Sahrin secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis milik Pemprov DKI Jakarta.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Sahrin memilih menanggalkan jabatannya demi menjaga etika birokrasi seiring dengan rencana besarnya untuk membentuk sebuah partai politik (parpol) baru.
Menjaga Etika dan Profesionalisme BUMD
Dalam keterangannya pada Kamis (22/1/2026), Sahrin Hamid menegaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas Jakpro. Sebagai lembaga profesional, BUMD dilarang keras terlibat dalam aktivitas politik praktis atau dipimpin oleh pengurus partai politik aktif.
Beberapa poin utama terkait pengunduran diri ini meliputi:
-
Fokus Pembentukan Parpol: Sahrin secara terbuka mengakui tengah mempersiapkan infrastruktur politik bagi wadah baru yang akan menampung aspirasi pendukung Anies Baswedan.
-
Tertib Administrasi: Surat pengunduran diri telah disampaikan kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta dan jajaran direksi Jakpro.
-
Transisi Kepemimpinan: Jabatan yang ditinggalkan Sahrin akan segera diproses melalui mekanisme RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sesuai aturan yang berlaku.

Sinyal Kuat Pergerakan Politik Anies Baswedan
Mundurnya Sahrin Hamid dari kursi komisaris semakin memperkuat spekulasi mengenai percepatan pembentukan partai yang selama ini diisukan akan menjadi kendaraan politik Anies Baswedan. Sebagai orang kepercayaan Anies, langkah Sahrin dianggap sebagai instruksi strategis untuk mengonsolidasi basis massa di seluruh Indonesia secara lebih formal.
“Kami ingin membangun partai yang sehat dan mandiri. Karena itu, saya merasa perlu untuk melepas jabatan profesional agar tidak terjadi benturan kepentingan,” ujar Sahrin Hamid di Jakarta.
Dinamika Politik Jakarta Menuju 2026
Perubahan peta politik di Jakarta ini diperkirakan akan memicu reaksi dari berbagai pihak, mengingat peran vital Jakpro dalam mengelola aset-aset besar di Jakarta, termasuk JIS dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. Di sisi lain, pembentukan parpol baru ini memberikan warna baru dalam lanskap politik nasional menjelang agenda-agenda politik di masa mendatang.
Para pengamat menilai, mundurnya Sahrin menunjukkan keseriusan kubu Anies dalam bertransformasi dari sekadar gerakan relawan menjadi organisasi politik yang terstruktur. Publik kini menantikan kapan nama dan visi misi partai baru tersebut akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























