SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan jawaban tegas atas keluhan masyarakat terkait maraknya lubang di sejumlah ruas jalan provinsi. Menanggapi kondisi infrastruktur yang terdampak cuaca ekstrem belakangan ini, Gubernur Jawa Timur menginstruksikan langkah revolusioner: perbaikan jalan rusak harus tertangani dalam waktu maksimal 1×24 jam setelah laporan diterima.
Komitmen ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga mengenai kerusakan jalan yang membahayakan pengendara, terutama di jalur-jalur logistik utama. Melalui Wakil Gubernur Jawa Timur, ditegaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga kini diperketat guna memastikan tidak ada lubang yang dibiarkan berlama-lama tanpa penanganan.
Respons Cepat Melalui Tim URC
Instruksi perbaikan cepat ini didukung oleh penguatan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bina Marga di seluruh wilayah Jawa Timur. Tim ini disiagakan untuk melakukan penambalan darurat (patching) segera setelah titik kerusakan terdeteksi melalui pantauan mandiri maupun laporan digital dari masyarakat.
“Kami memahami bahwa jalan yang rusak bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan nyawa warga. Oleh karena itu, Gubernur menginstruksikan standar pelayanan minimal untuk perbaikan jalan rusak adalah 24 jam sudah harus tertangani secara fungsional,” ujar Wagub Jatim dalam keterangannya di Surabaya.
Faktor Cuaca dan Tantangan di Lapangan
Pihak Pemprov Jatim mengakui bahwa curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama percepatan kerusakan aspal di beberapa wilayah, seperti ruas jalan di pesisir utara (Pantura) dan jalur selatan. Genangan air yang meresap ke pori-pori aspal membuat struktur jalan menjadi rapuh dan mudah mengelupas saat dilalui kendaraan bermuatan berat.
Meski demikian, kendala cuaca tidak dijadikan alasan untuk menunda perbaikan. Dinas terkait telah diminta untuk menyiapkan stok material dingin (cold mix) yang tetap efektif digunakan meski dalam kondisi cuaca lembap atau hujan rintik, sehingga perbaikan tetap bisa berjalan tanpa menunggu musim kemarau.
Masyarakat Bisa Lapor Melalui Aplikasi
Untuk mendukung target 1×24 jam ini, Pemprov Jatim mengajak partisipasi aktif warga. Masyarakat diimbau untuk melaporkan titik-titik jalan provinsi yang rusak melalui aplikasi resmi atau kanal media sosial resmi Dinas PU Bina Marga Jatim. Pelaporan yang disertai foto dan titik koordinat lokasi akan memudahkan tim di lapangan untuk langsung bergerak menuju sasaran.
Gebrakan ini diharapkan tidak hanya menjadi janji manis, tetapi menjadi standar baru pelayanan publik di bidang infrastruktur. Dengan konektivitas jalan yang terjaga, roda ekonomi di Jawa Timur diharapkan dapat terus berputar kencang tanpa hambatan akses logistik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























