foto-udara-ini-menunjukkan-perahu-nelayan-kandas-di-pelabuhan-menyusul-gempa-bumi-di-suzu-prefektur-ishikawa-jepang-pada-selas_169
Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG Buka Suara Terkait Dampak Tsunami di Indonesia

JAKARTA — Wilayah utara Jepang, tepatnya di pesisir Hokkaido, diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan dahsyat mencapai Magnitudo (M) 7,3 pada Senin (8/12/2025).

Guncangan kuat yang terjadi membuat otoritas setempat dan masyarakat internasional waspada, mengingat sejarah panjang Jepang dengan bencana gempa dan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia segera merilis analisis terkait peristiwa tersebut untuk menjawab kekhawatiran masyarakat di Tanah Air mengenai potensi rambatan gelombang tsunami hingga ke perairan Indonesia.

Analisis BMKG: Aktivitas Subduksi Lempeng

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa signifikan ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut.

Berdasarkan data pemantauan, episenter gempa terletak di laut pada kedalaman menengah. Mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan batuan yang memicu pelepasan energi besar.

“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah Lempeng Okhotsk,” jelas Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Apakah Berdampak ke Indonesia?

Poin terpenting yang dinantikan masyarakat Indonesia adalah mengenai dampaknya. Daryono menegaskan, berdasarkan hasil pemodelan matematis (TOAST) yang dilakukan oleh BMKG, gempa besar di Jepang tersebut TIDAK BERDAMPAK ke wilayah Indonesia.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan isu hoaks,” tegas Daryono.

Jarak yang sangat jauh dan posisi geografis Indonesia yang terlindungi membuat energi gelombang (jika ada tsunami lokal di Jepang) akan tereduksi secara signifikan sebelum mencapai khatulistiwa.

Peringatan di Jepang

Sementara itu di Jepang, otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir sekitar episenter gempa. Warga di Hokkaido dan Aomori diminta menjauhi pantai sesaat setelah gempa terjadi.

Namun, sistem peringatan dini dan infrastruktur tahan gempa di Jepang dilaporkan berfungsi baik, sehingga meminimalisir potensi korban jiwa meskipun guncangan terasa sangat kuat.

BMKG terus memonitor aktivitas seismik di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan akan memberikan informasi terkini jika ada perubahan status yang signifikan


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/