digitalisasi-pembelajaran-untuk-indonesia-cerdas-1763362763993_169
Hentikan Tradisi Lama! Prabowo Tegas Minta Siswa Tak Perlu Lagi Berjejer di Jalan Sambut Presiden

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan arahan tegas yang mengubah wajah protokoler kunjungan kerja (kunker) kepresidenan di daerah. Kepala Negara meminta agar tradisi memobilisasi siswa sekolah untuk berjejer di pinggir jalan menyambut kedatangan Presiden atau pejabat negara segera dihentikan.

Instruksi ini disampaikan langsung oleh pihak Istana Kepresidenan sebagai respons atas keprihatinan Presiden melihat kondisi anak-anak sekolah yang seringkali harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari demi sebuah seremonial penyambutan.

Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan Siswa

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo merasa tidak tega melihat para siswa, mulai dari SD hingga SMA, harus meninggalkan jam pelajaran dan berdiri lama di pinggir jalan.

Menurut Presiden, tugas utama seorang pelajar adalah belajar di dalam kelas, bukan menjadi pagar betis di jalan raya.

“Pak Presiden memberikan arahan agar saat beliau berkunjung ke daerah, tidak perlu lagi ada pengerahan anak-anak sekolah untuk menyambut di pinggir jalan. Beliau memikirkan kesehatan mereka, jangan sampai kepanasan, kelelahan, dan ketinggalan pelajaran,” ujar Hasan menyampaikan pesan Presiden.

Ubah Kultur ‘Asal Bapak Senang’

Arahan ini sekaligus menjadi kritik terhadap budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) yang kerap dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Selama ini, banyak Pemda yang berinisiatif mengerahkan ribuan siswa untuk meramaikan rute yang dilewati Presiden sebagai bentuk penghormatan.

Namun, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penghormatan terbaik adalah dengan membiarkan anak-anak tersebut fokus menuntut ilmu untuk masa depan bangsa.

Presiden tetap mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin menyapa, namun ia menekankan bahwa hal tersebut harus terjadi secara alamiah dan sukarela, bukan hasil mobilisasi instruksional, apalagi jika melibatkan anak-anak sekolah di jam produktif mereka.

Respons Positif Publik

Keputusan Presiden ini menuai respons sangat positif dari publik, terutama para orang tua siswa dan tenaga pendidik. Langkah ini dinilai sangat manusiawi dan pro-pendidikan.

Dengan adanya arahan ini, diharapkan pada kunjungan-kunjungan kerja Presiden berikutnya, pemandangan siswa berseragam yang berbaris di trotoar sambil mengibarkan bendera di bawah panas terik tidak akan terlihat lagi. Fokus kunjungan kerja akan kembali pada substansi pembangunan, tanpa mengorbankan kenyamanan dan hak belajar anak-anak.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media