BOGOR – Kawasan sekitar Balai Kota Bogor dilaporkan mengalami kelumpuhan arus lalu lintas pada Kamis (22/1/2026) siang. Hal ini disebabkan oleh aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang memadati area jalan utama. Akibat konsentrasi massa yang besar, pihak kepolisian terpaksa melakukan penutupan jalan di sekitar lokasi aksi guna menjaga keamanan dan ketertiban.
Kemacetan terpantau menjalar hingga ke ruas-ruas jalan pendukung, membuat aktivitas warga dan para pekerja di pusat kota Bogor terhambat signifikan.
Penyebab Aksi dan Tuntutan Massa
Massa yang merupakan para pengemudi angkot dari berbagai trayek di Kota Bogor ini berkumpul sejak pagi hari. Meskipun detail tuntutan masih dalam proses audiensi dengan pihak pemerintah kota, dugaan awal aksi ini berkaitan dengan kebijakan penataan transportasi umum dan persaingan dengan transportasi daring yang dinilai kian menghimpit pendapatan mereka.
Beberapa titik yang terdampak langsung oleh aksi ini meliputi:
-
Jalan Ir. H. Dijuanda: Penutupan total dilakukan di depan akses masuk Balai Kota.
-
Jalan Sudirman & Jalan Jalak Harupat: Arus dialihkan dan mengalami penumpukan kendaraan yang sangat padat.
-
Sistem Satu Arah (SSA): Mengalami gangguan ritme arus akibat adanya titik hambatan di area Balai Kota.

Kondisi Lalu Lintas: Macet Parah
Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Namun, banyaknya armada angkot yang diparkir di bahu jalan membuat proses penguraian kepadatan menjadi sulit dilakukan dalam waktu singkat.
“Bagi warga yang hendak melintasi pusat kota Bogor, sangat disarankan untuk mencari rute alternatif. Hindari area seputar Balai Kota dan Istana Bogor hingga aksi massa membubarkan diri,” ujar perwakilan petugas di lapangan, Kamis (22/1/2026).
Saran Rute Alternatif bagi Warga Bogor
Guna menghindari terjebak kemacetan yang berkepanjangan, pengguna jalan dapat menggunakan beberapa rute berikut:
-
Dari arah Baranangsiang menuju Warung Jambu: Gunakan jalur Pajajaran dan hindari masuk ke area SSA.
-
Dari arah Empang menuju Bogor Barat: Gunakan jalur alternatif melalui kawasan Gunung Batu atau Ciomas.
-
Pengguna Kereta Api: Penumpang KRL yang menuju Stasiun Bogor disarankan berangkat lebih awal karena akses angkutan menuju stasiun terganggu.
Pihak Pemerintah Kota Bogor diharapkan segera memberikan jawaban atas aspirasi para sopir angkot agar aksi tidak berlarut-larut dan aktivitas ekonomi warga dapat kembali normal. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi menunggu perwakilan mereka selesai melakukan mediasi di dalam Balai Kota.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























