Jakarta – Kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Pelatih kepala Gennaro Gattuso resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah Azzurri tersingkir di babak playoff. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gattuso melalui pernyataan resmi Federasi Sepakbola Italia (FIGC), yang menandai berakhirnya masa singkatnya memimpin tim nasional.
Dalam pernyataannya, Gattuso mengaku meninggalkan kursi pelatih dengan rasa sedih karena target utama gagal tercapai. Ia menilai kegagalan meloloskan Italia ke turnamen terbesar sepakbola dunia menjadi tanggung jawab yang harus ia emban sebagai pelatih. Gattuso juga menegaskan bahwa seragam biru Azzurri adalah simbol kehormatan yang harus dijaga, sehingga evaluasi menyeluruh terhadap masa depan tim perlu segera dilakukan.
Italia tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Bosnia & Herzegovina pada laga playoff yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica. Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya Italia kalah 1-4 melalui adu penalti. Kekalahan ini membuat Italia mencatatkan kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun sejak edisi 2018.
Kegagalan beruntun tersebut menjadi pukulan telak bagi salah satu negara dengan sejarah sepakbola paling gemilang di dunia. Italia merupakan juara dunia empat kali, namun dalam satu dekade terakhir justru mengalami penurunan performa signifikan di level internasional. Absennya Italia dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut memicu kritik keras dari publik, media, hingga legenda sepakbola Negeri Pizza.
Gattuso dalam pesan perpisahannya turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemain, staf federasi, serta para pendukung setia Italia yang terus memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut memimpin tim nasional sebagai sebuah kehormatan besar dalam kariernya.
Tak hanya Gattuso, gelombang pengunduran diri juga terjadi di tubuh federasi sepakbola Italia. Presiden FIGC Gabriele Gravina yang sebelumnya mendapat tekanan publik akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya. Selain itu, legenda kiper Gianluigi Buffon yang menjabat sebagai kepala delegasi tim nasional juga memilih mengundurkan diri menyusul kegagalan tersebut.
Krisis ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan sepakbola Italia. Banyak pihak menilai federasi perlu melakukan reformasi besar-besaran, mulai dari pembinaan pemain muda, struktur kompetisi domestik, hingga manajemen tim nasional. Beberapa nama pelatih top Eropa pun mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti Gattuso.
Di sisi lain, kegagalan Italia juga menjadi alarm bagi negara-negara besar sepakbola lainnya bahwa dominasi sejarah tidak menjamin keberhasilan di masa depan. Persaingan kualifikasi Piala Dunia kini semakin ketat dengan munculnya kekuatan baru dari berbagai benua.
Bagi para tifosi, kegagalan ini tentu menjadi kekecewaan mendalam. Namun harapan tetap ada bahwa perubahan besar yang terjadi di tubuh federasi dapat menjadi titik balik kebangkitan Azzurri di turnamen internasional mendatang.
Kini, fokus Italia beralih pada proses pembangunan ulang tim nasional. Publik menunggu siapa sosok pelatih baru yang akan dipercaya memimpin proyek kebangkitan sepakbola Italia, sekaligus mengakhiri periode kelam yang membuat negara tersebut absen dari panggung Piala Dunia selama tiga edisi berturut-turut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















