67aabb7cc073c
Jakarta Gunakan 40 Unit ETLE Handheld, Penegakan Lalu Lintas Makin Canggih dan Transparan

Jakarta — Penegakan hukum lalu lintas di ibu kota makin mengandalkan teknologi digital modern. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mulai mengoperasikan 40 unit Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sebagai bagian dari strategi meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran lalu lintas dan mengurangi praktik tidak profesional di lapangan.

Apa Itu ETLE Handheld Presisi?

ETLE Handheld Presisi merupakan perangkat portabel berbasis kamera digital yang memungkinkan petugas lalu lintas merekam pelanggaran secara langsung dan real-time di lapangan — tanpa harus bergantung pada kamera statis yang terpasang di sejumlah titik. Perangkat ini terhubung langsung dengan sistem ETLE nasional, sehingga hasil rekaman pelanggaran dapat otomatis terdata dalam sistem penegakan hukum elektronik pemerintah.

Setiap pelanggaran yang terekam oleh ETLE Handheld — seperti tidak memakai helm, melanggar marka, melawan arus, hingga pelanggaran rambu — akan diproses secara transparan dan berbasis data sistem digital sehingga meminimalkan potensi salah penafsiran atau interaksi human error antara petugas dan pengendara.

Penyerahan dan Operasionalisasi Perangkat

Penyerahan ETLE Handheld Presisi kepada Polda Metro Jaya dilakukan oleh jajaran Korlantas Polri di Jakarta pada Jumat (16/1/2026). Unit-unit ini kemudian diserahkan kepada para Kasat Lantas di jajaran Polda Metro untuk langsung digunakan dalam operasi di jalan raya.

Menurut Kepala Subdirektorat Penindakan Pelanggaran Korlantas Polri, Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, perangkat baru ini merupakan bagian dari modernisasi penegakan hukum lalu lintas untuk menyesuaikan dengan dinamika mobilitas di kota besar seperti Jakarta. Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini akan mempercepat dan memperkuat deteksi pelanggaran yang sebelumnya sulit terjangkau oleh kamera ETLE statis.

Fokus pada Transparansi dan Profesionalisme

Selain meningkatkan efektivitas penindakan, penggunaan ETLE Handheld Presisi juga diharapkan dapat mengurangi praktik transaksional yang terjadi pada penindakan manual di lapangan. Karena seluruh pelanggaran terekam digital dan terhubung langsung dengan sistem nasional, prosesnya lebih transparan dan profesional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum lalu lintas.

“Perangkat ini memungkinkan petugas melakukan pendataan pelanggaran secara cepat, akurat, dan terintegrasi dengan sistem ETLE nasional, sehingga seluruh proses penindakan dilakukan secara transparan dan berbasis data,” ujar Kombes Pol Dwi.

Edukasi Pengendara dan Perubahan Budaya Berkendara

Korlantas Polri menegaskan bahwa ETLE Handheld juga berfungsi sebagai alat edukasi kepada masyarakat. Dengan semakin banyaknya pelanggaran yang terekam dan diberi sanksi otomatis, diharapkan kesadaran pengguna jalan untuk taat aturan lalu lintas semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang melalui pendekatan teknologi — yakni menciptakan budaya berkendara disiplin demi keselamatan bersama.

Implementasi di Lapangan dan Harapan ke Depan

Pengoperasian ETLE Handheld Presisi di Jakarta menambah kekuatan penegakan hukum digital di tengah tantangan mobilitas tinggi dan kompleksitas arus lalu lintas perkotaan. Sistem ini diperkirakan akan memperluas jangkauan penindakan di area yang belum terjangkau kamera ETLE statis, serta membantu petugas menindak pelanggaran yang sering terjadi tanpa saksi atau bukti kuat sebelumnya.

Dengan adanya perangkat ini, Polda Metro Jaya berharap pelanggaran lalu lintas di jalanan Jakarta dapat terkendali lebih baik, sehingga angka kecelakaan dan perilaku kendaraan yang membahayakan dapat ditekan. Sinergi antara teknologi, penegak hukum, dan kesadaran masyarakat diharapkan menjadi kunci menuju sistem lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan profesional.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/