Jakarta – Pemerintah Arab Saudi resmi menyiapkan proyek ambisius pembangunan bandara baru di Kota Makkah. Rencana ini menjadi bagian dari transformasi besar sektor transportasi dan pariwisata religi guna mempermudah perjalanan jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
Kabar tersebut disampaikan oleh CEO Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), Saleh Al-Rasheed. Ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan bandara akan berjalan beriringan dengan pengembangan sistem metro baru di Makkah. Kedua proyek ini ditujukan untuk meningkatkan mobilitas dan kapasitas layanan transportasi bagi jamaah yang terus meningkat setiap tahun.
Saat ini Makkah belum memiliki bandara internasional yang beroperasi sendiri. Mayoritas jamaah internasional yang datang ke Tanah Suci masih mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Makkah. Setelah tiba di Jeddah, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju kota suci tersebut.
Kondisi tersebut sering kali menimbulkan tantangan logistik, terutama saat musim haji ketika jutaan jamaah tiba dalam waktu bersamaan. Dengan hadirnya bandara baru di Makkah, waktu tempuh perjalanan darat diperkirakan akan berkurang drastis, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas jamaah.
Meski demikian, proyek ini tidak lepas dari tantangan teknis. Lokasi Makkah yang dikelilingi pegunungan membuat pembangunan bandara memerlukan perencanaan matang. Faktor turbulensi udara, pendekatan pendaratan yang sulit, hingga potensi gangguan visibilitas dan cuaca menjadi aspek penting dalam studi kelayakan proyek.
Pihak RCMC menyebut studi kelayakan dan desain awal telah selesai dan diserahkan kepada otoritas terkait untuk proses selanjutnya sebelum pembangunan dimulai. Pemerintah Arab Saudi juga akan menggandeng sektor swasta guna mengembangkan model investasi yang tepat untuk proyek tersebut.
Rencana pembangunan bandara ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Arab Saudi dalam mengembangkan sektor pariwisata religi. Setiap tahun, jumlah jamaah yang datang ke Tanah Suci terus meningkat. Data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi mencatat lebih dari 1,6 juta jamaah haji datang pada musim haji terakhir, dengan lebih dari 1,5 juta di antaranya merupakan jamaah internasional.
Selain proyek bandara, pemerintah juga telah mengembangkan sistem transportasi darat di Makkah. Armada bus kota yang diluncurkan sejak 2022 kini mencakup 12 rute sepanjang 580 kilometer dan telah mengangkut lebih dari 185 juta penumpang. Kehadiran bandara nantinya diharapkan menjadi pelengkap sistem transportasi terpadu di kota suci tersebut.
Pembangunan bandara Makkah diprediksi akan membawa dampak besar bagi industri perjalanan global, khususnya sektor wisata religi. Kemudahan akses langsung ke Makkah diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan jamaah, sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat destinasi ibadah umat Muslim dunia.
Ke depan, proyek ini menjadi simbol komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah. Jika terealisasi sesuai rencana, bandara baru Makkah akan menjadi salah satu infrastruktur transportasi religi paling penting di dunia.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























