London– Duel pekan ke-14 Fulham vs Manchester City pada Rabu dini hari (3 Desember 2025) di Craven Cottage berlangsung bak roller-coaster — penuh drama, ketegangan, dan tujuh gol dalam satu babak. City akhirnya menang dengan skor tipis 5–4 setelah Fulham sempat bangkit mengejar ketertinggalan dramatis.
Babak Pertama: City Mendominasi
Sejak menit awal, Manchester City tampil agresif. Ancaman pertama muncul dari Erling Haaland di menit ke-6 — sayang bola membentur tiang. Baru di menit ke-17, Haaland membuka keunggulan setelah menyambut umpan silang. Gol ini sekaligus mengukuhkan catatan impresif Haaland sebagai pencetak 100 gol tercepat di sejarah liga.
Tak butuh waktu lama, City menggandakan skor di menit ke-37 lewat kontribusi Tijjani Reijnders. Tepat sebelum jeda, Phil Foden memperlebar keunggulan menjadi 3–0 lewat skema sepak pojok. Fulham baru bisa mencetak gol balasan lewat Emile Smith Rowe di masa injury-time babak pertama, menutup paruh pertama dengan skor 3–1 atas City.
Babak Kedua: Pesta Gol + Tekanan untuk City
City kembali tancap gas di awal babak kedua. Hanya berselang satu menit setelah restart, Foden menambah gol — memanfaatkan assist Haaland — membawa skor menjadi 4–1. Gol kelima City hadir lewat bunuh diri pemain Fulham, memperbesar jarak menjadi 5–1. Semua tampak berjalan mulus bagi tim tamu.
Namun momentum berubah drastis. Fulham tak menyerah. Di menit ke-56, Alex Iwobi mencetak gol yang membangkitkan semangat tuan rumah. Kemudian datang dua gol beruntun di menit ke-72 dan 78 dari Samuel Chukwueze — membuat skor mengejutkan menjadi 5–4. Ketegangan memuncak saat injury time, ketika Fulham hampir menyamakan kedudukan. Namun penyelamatan di garis gawang oleh bek City membuat skor tetap bertahan hingga bubaran.
Rekor & Implikasi dari Laga Ini
Kemenangan 5–4 atas Fulham berarti City mempertahankan laju mereka dalam perburuan gelar liga — mereka kini mengoleksi 28 poin, memperkecil jarak dari pimpinan klasemen.
Di sisi lain, laga ini menjadi catatan langka: City memenangkan pertandingan meski kebobolan empat gol — sebuah hasil yang sangat jarang terjadi dalam sejarah liga.
Pelatih Pep Guardiola pun mengakui bahwa performa bertahan timnya kurang maksimal. Namun baginya — seperti yang diungkapkan — “Ini Liga Inggris!” — penuh kejutan dan ketidakpastian.
Penilaian Pemain
Haaland layak mendapatkan sorotan utama: bukan hanya karena gol ke-100, tetapi juga karena kontribusinya terhadap alur serangan. Sementara Foden menunjukkan kelasnya dengan brace plus assist — membuktikan bahwa dia kembali menemukan performa terbaiknya. Namun dari sisi pertahanan, City jelas masih menyimpan pekerjaan rumah besar.
Fulham juga pantas mendapatkan apresiasi atas semangat juang dan determinasi mereka. Meski memulai dengan defisit besar, mereka tak menyerah dan sempat mengejar ketertinggalan secara dramatis — menunjukkan bagaimana karakter klub papan bawah pun mampu menghadirkan malam penuh adrenalin.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























