uskup-agung-jakarta-kardinal-ignatius-suharyo-1766639282018_169
Menohok! 4 Pesan Kardinal Suharyo di Natal 2025: Soroti Bencana Alam hingga Bahaya Laten Korupsi

JAKARTA – Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, memimpin Misa Pontifikal Hari Raya Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (25/12/2025). Dalam khotbahnya (homili), Kardinal menyampaikan refleksi mendalam yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga realitas sosial bangsa Indonesia saat ini.

Setidaknya ada empat poin utama yang menjadi sorotan Kardinal Suharyo, mulai dari keprihatinan terhadap bencana alam hingga penyakit kronis bangsa, yakni korupsi.

1. Solidaritas untuk Korban Bencana

Pesan pertama Kardinal tertuju pada saudara-saudara sebangsa yang sedang dirundung duka akibat bencana alam (banjir dan longsor di Sumatera dan daerah lain). Kardinal menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan sukacita, melainkan momen untuk mengasah bela rasa.

“Kita tidak bisa berpesta pora sementara saudara kita sedang menangis karena kehilangan tempat tinggal dan keluarga. Natal memanggil kita untuk hadir dan berbagi beban dengan mereka,” ujar Kardinal di hadapan ribuan jemaat.

2. Korupsi Menggerogoti Keadilan

Poin kedua yang disampaikan dengan nada tegas adalah mengenai bahaya korupsi. Kardinal Suharyo menyoroti bahwa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih menjadi musuh utama yang menghambat kemajuan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa korupsi adalah bentuk pencurian hak rakyat kecil. Umat Katolik didorong untuk menjadi agen integritas di lingkungan kerja masing-masing dan tidak berkompromi dengan ketidakjujuran.

3. Merawat Persaudaraan Sejati

Kardinal juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah tahun politik yang mungkin memanas atau perbedaan pendapat di masyarakat. Semangat “Hikmat di Tengah Krisis” (tema Natal tahun ini) harus diwujudkan dengan menjadi pembawa damai, bukan pemecah belah di media sosial maupun kehidupan nyata.

4. Tanggung Jawab Merawat Lingkungan

Terakhir, Kardinal menyinggung isu ekologis. Bencana alam yang terjadi sebagian besar adalah ulah manusia yang serakah terhadap alam. Pesan pertobatan ekologis diserukan agar umat manusia berhenti mengeksploitasi bumi secara berlebihan demi masa depan generasi mendatang.

“Semoga Natal ini melahirkan manusia-manusia baru yang lebih peduli, lebih jujur, dan lebih mencintai sesama serta alam ciptaan-Nya,” tutup Kardinal dalam homilinya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/