TANGERANG – Di balik keberhasilan Divhubinter Polri memulangkan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja, terselip kisah yang menyayat hati.
Dari kesembilan korban yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/12/2025) malam, salah satunya adalah seorang perempuan yang tengah mengandung (hamil) dengan usia kandungan 6 bulan.
Berjuang Hidup di Tengah Tekanan Sindikat
Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Krishna Murti, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Korban yang sedang hamil tua itu diketahui berangkat dan bekerja di Kamboja bersama suaminya, yang juga turut menjadi korban dalam rombongan yang sama.
“Ada satu pasang suami istri, di mana sang istri sedang hamil 6 bulan. Ini menjadi perhatian khusus kami karena kondisinya sangat rentan,” ujar Krishna kepada awak media di lokasi.
Bayangkan betapa beratnya beban fisik dan mental yang harus ditanggung sang ibu. Dalam kondisi hamil besar, ia dipaksa bekerja di lingkungan scamming atau judi online yang penuh tekanan, ancaman, dan jam kerja yang tidak manusiawi.

Prioritas Penanganan Medis
Melihat kondisi tersebut, tim Polri dan petugas kesehatan bandara langsung memberikan perlakuan khusus begitu korban mendarat. Pemeriksaan kesehatan intensif segera dilakukan untuk memastikan kondisi janin dan ibunya stabil pasca-perjalanan jauh dan trauma selama penyekapan.
“Kesehatan ibu dan bayinya adalah prioritas utama saat ini. Kami pastikan mereka mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologis (trauma healing) sebelum dipulangkan ke daerah asal,” tambah Krishna.
Tertipu Iklan Loker
Pasangan suami istri ini, bersama korban lainnya, adalah bukti nyata kekejaman sindikat TPPO yang memanfaatkan kesulitan ekonomi warga. Mereka awalnya tergiur janji pekerjaan layak yang ditawarkan agen ilegal, namun nyatanya justru dieksploitasi di negeri orang.
Polri kembali mengingatkan masyarakat agar kasus ibu hamil ini menjadi pelajaran keras untuk tidak mudah percaya pada tawaran kerja ke luar negeri yang tidak prosedural, karena risikonya menyangkut nyawa dan masa depan keluarga.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























