Miliaran Terpanggang! Mobil Pengangkut Uang Bank BNI Terbakar di Polewali Mandar — Rp 4,6 Miliar Ludes dalam Sekejap
Miliaran Terpanggang! Mobil Pengangkut Uang Bank BNI Terbakar di Polewali Mandar, Rp 4,6 Miliar Ludes dalam Sekejap

Mobil Pengangkut Uang BNI Terbakar di Polewali Mandar, Rp 4,6 Miliar Ludes

Insiden mobil pengangkut uang BNI terbakar di Polewali Mandar menjadi perhatian nasional setelah Rp 4,6 miliar uang tunai dilaporkan hangus terbakar. Kejadian ini memicu audit keamanan logistik bank dan evaluasi SOP pengangkutan uang.

Kronologi Mobil Pengangkut Uang BNI Terbakar

Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat — Sebuah insiden mengejutkan mengguncang wilayah Kabupaten Polewali Mandar ketika sebuah mobil pengangkut uang milik Bank BNI terbakar hebat di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Palippis, Kecamatan Balanipa. Peristiwa terjadi pada Rabu (12 November 2025) sekitar pukul 12.35 WITA.

Mobil jenis Daihatsu Grandmax dengan nomor polisi B 9345 PCU — yang dioperasikan oleh perusahaan logistik pihak ketiga PT Swadaya Sarana Informatika (SSI) atas nama Bank BNI — diketahui sedang dalam perjalanan mengisi sejumlah mesin ATM di wilayah Polman dan Majene. Total uang tunai yang dibawa mencapai sekitar Rp 5,2 miliar, terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebesar Rp 3,4 miliar dan pecahan Rp 50 ribu sebesar Rp 1,8 miliar.

Menurut keterangan petugas pengawal dan sopir, perjalanan berlangsung normal hingga salah satu petugas mencium bau bensin menyengat dari dalam kabin mobil. Mereka sempat berhenti untuk melakukan pengecekan, namun tidak menemukan tanda kebocoran yang mencolok. Setelah melanjutkan perjalanan dan mengisi dua ATM — satu senilai Rp 400 juta di depan Kantor Bupati Polman, dan satu lagi sebesar Rp 600 juta di ATM BNI Amazon Wonomulyo — mobil melaju menuju Majene.

Namun nasib berkata lain. Saat melintasi wilayah Palippis, tiba-tiba muncul asap dari bagian jok tengah kendaraan, kemudian api cepat membesar. Petugas pengawal langsung meminta sopir untuk menepi dan keluar dari kendaraan. Meski pengemudi dan pengawal berhasil menyelamatkan diri, kunci kontak mobil tertinggal di dalam, sehingga tim tidak sempat membuka brankas dan menyelamatkan uang tunai yang masih tersisa. Akibatnya, sekitar Rp 4,6 miliar uang tunai diperkirakan ludes terbakar bersama kendaraan.

Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Tinambung dan Campalagian dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.50 WITA. Polisi dari Polres Polewali Mandar segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi untuk menjaga agar lokasi tidak dibersihkan sebelum penyelidikan selesai.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari kebocoran bahan bakar atau korsleting listrik, namun penyelidikan masih terus dilakukan. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti,” ujar Budi Adi.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait protokol keamanan pengangkutan uang tunai, pengawasan kendaraan logistik bank, serta kesiapan menghadapi risiko kebakaran saat pengisian ATM. Bank BNI Cabang Polman bersama pihak kepolisian kini tengah melakukan pendataan dan audit untuk memastikan apakah ada sisa uang yang masih dapat diselamatkan serta meninjau ulang SOP pengisian ATM ke depan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi mencapai miliaran rupiah — menjadi pengingat tegas bahwa transportasi uang tetap rawan terhadap insiden yang bisa mengambil bentuk sekecil kesepelean seperti asap kabin hingga terbakar hebat dalam hitungan menit.

Dampak dan Evaluasi Keamanan Pengangkutan Uang

Insiden ini memicu evaluasi standar operasional prosedur kendaraan logistik uang tunai, termasuk pengecekan teknis, sistem keamanan, hingga mitigasi risiko kebakaran. Bank dan pihak pengelola logistik diperkirakan akan memperketat pengawasan armada pengangkut uang.