polisi-menangkap-pria-terduga-pembunuh-anak-politkus-pks-maman-suherman-dok-istimewa-1767413343339_169
Pelaku Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Rumah Mewah Cilegon Akhirnya Dibekuk Polisi

Cilegon — Kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun, anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di rumah mewah kawasan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Penangkapan ini menjadi babak penting setelah polisi melakukan penyelidikan intens sejak kejadian tragis pada 16 Desember 2025 lalu.

Terduga pelaku, seorang pria dewasa, dibekuk dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut. Dalam foto yang beredar, tersangka tampak memakai pakaian hitam dan kedua tangannya diborgol dengan tali kabel plastik (cable ties) saat digiring oleh petugas. Pihak kepolisian belum mengumumkan identitas lengkap ataupun kronologi penangkapan ini kepada publik.

Direktur Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, memastikan bahwa penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan alat bukti yang telah dikumpulkan selama penyelidikan berlangsung. “Alhamdulillah. Nanti nunggu press con (konferensi pers) dari Kapolda ya,” ujar Kombes Dian saat dikonfirmasi.

Kronologi Kasus dan Temuan Penyelidikan

Kejadian bermula pada 16 Desember 2025, saat keluarga menemukan korban, yang merupakan putra dari Maman Suherman (tokoh politik PKS di Cilegon), tewas di rumah mewahnya dengan kondisi mengenaskan. Jenazah bocah itu ditemukan bersimbah darah di lantai satu, dengan belasan luka tusukan benda tajam dan benda tumpul di tubuhnya. Jelajah forensik awal mencatat setidaknya 19 luka yang menjadi penyebab kematian korban.

Meski awalnya terjadi kebingungan motif, penyidik memeriksa total 18 saksi, termasuk anggota keluarga dan tetangga sekitar rumah korban. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit kemungkinan keterlibatan pihak lain dan menemukan bukti kuat yang dapat menjelaskan motif di balik aksi keji itu.

Kendala Penyelidikan

Penyelidikan kasus ini sempat mengalami kendala besar karena sistem CCTV di rumah korban tidak aktif sejak tahun 2023, sehingga tidak ada rekaman visual pada momen kejadian. Selain itu, rumah yang termasuk kawasan elit tersebut tidak dijaga satpam 24 jam, sehingga memperumit upaya polisi untuk mendapatkan petunjuk awal dari rekaman kamera pengawas.

Kondisi ini sempat menjadi sorotan publik dan lembaga pengawas seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), yang meminta agar penyelidikan terhadap bukti teknis seperti CCTV dapat diperjelas untuk membantu mengungkap kronologi kejadian yang sebenarnya.  

Reaksi Publik & Harapan Keadilan

Kasus ini mengejutkan masyarakat luas karena korban adalah seorang anak kecil yang tewas secara tragis di rumahnya sendiri. Reaksi dari masyarakat dan kalangan politik, termasuk pihak PKS, mengingatkan pentingnya penanganan kasus secara transparan dan profesional. Mereka berharap proses hukum terhadap pelaku bisa berjalan cepat dan adil.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menunggu jadwal konferensi pers resmi dari Kapolda Banten Irjen Hengki, yang akan mengungkap lebih lanjut detail identitas pelaku, motif pembunuhan, serta langkah hukum selanjutnya yang akan diambil.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/