Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat dengan meluncurkan program Operasi Pasar Murah (OPM). Program ini menjadi langkah konkret untuk menekan laju inflasi sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah meningkatnya harga bahan pokok menjelang akhir tahun.
Kegiatan pasar murah ini diselenggarakan di sejumlah kecamatan, salah satunya di Halaman Kantor Kecamatan Bekasi Barat pada Selasa (11/11/2025). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Warga datang membawa kantong belanja besar, berharap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum.
Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga bersubsidi, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, daging ayam, hingga daging sapi. Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Bulog, pelaku usaha ritel modern, dan penyedia bahan pokok lainnya untuk memastikan stok barang mencukupi selama pelaksanaan kegiatan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menjelaskan bahwa operasi pasar murah ini tidak hanya bertujuan menjaga kestabilan harga bahan pokok, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global. Ia menegaskan, kegiatan seperti ini akan terus digelar secara rutin di berbagai wilayah hingga akhir tahun.
Menurutnya, pelaksanaan operasi pasar murah dilakukan secara bergilir di 12 kecamatan di Kota Bekasi hingga 25 November 2025. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi kenaikan harga menjelang momentum Natal dan Tahun Baru. Pemerintah memastikan agar kegiatan serupa terus dilakukan, terutama menjelang periode konsumsi tinggi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan intervensi harga dengan menggandeng Bulog untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok, terutama menjelang awal Desember. Ia menuturkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada Oktober 2025, tingkat inflasi di Kota Bekasi tercatat sebesar 2,84 persen secara tahunan (year-on-year). Beberapa komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam, dan air kemasan. Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah-langkah stabilisasi harga.
Selain menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, operasi pasar murah ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan menjaga pola konsumsi. Pemerintah menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan, bukan hanya acara seremonial semata. Dengan strategi ini, diharapkan kestabilan ekonomi lokal dapat terus terjaga.
Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah. Perbedaan harga dengan pasar umum cukup signifikan, bahkan mencapai 10–20 persen lebih murah. Bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, selisih harga ini cukup berarti dalam menghemat pengeluaran rumah tangga. Mereka juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin di setiap kecamatan.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil. Program operasi pasar murah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang.
Melalui kolaborasi antarlembaga, dukungan sektor swasta, dan partisipasi masyarakat, Bekasi optimistis dapat menjaga kestabilan harga, memperkuat daya beli warga, serta menciptakan kondisi ekonomi yang lebih seimbang menjelang akhir tahun.
























