Jakarta – Timnas Belanda mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah membantai Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga kedua Grup F yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat. Kemenangan besar tersebut tidak hanya membawa Oranje ke puncak klasemen sementara, tetapi juga memperlihatkan kualitas serangan yang sangat sulit dihentikan.
Belanda tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Hanya lima menit setelah kick-off, Brian Brobbey berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang Cody Gakpo. Penyerang yang dipercaya tampil sebagai starter itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17 melalui kerja sama apik dengan Denzel Dumfries. Dua gol cepat tersebut membuat Swedia kehilangan kendali permainan sejak awal laga.
Kunci kemenangan Belanda terletak pada eksploitasi area sayap yang begitu efektif. Denzel Dumfries menjadi motor serangan dari sisi kanan, sementara Cody Gakpo terus memberikan ancaman dari sisi kiri. Kombinasi keduanya membuat lini pertahanan Swedia kewalahan sepanjang pertandingan. Bahkan sejumlah pengamat menilai dua bek tengah Swedia gagal mengantisipasi pergerakan para penyerang Belanda yang terus berpindah posisi dan menciptakan ruang kosong.
Sorotan tajam pun mengarah kepada duet bek Swedia, yang dinilai terlalu mudah ditembus oleh serangan cepat Belanda. Organisasi pertahanan yang sebelumnya tampil solid saat mengalahkan Tunisia 5-1 terlihat berantakan ketika menghadapi tekanan tinggi dari pasukan Ronald Koeman. Kesalahan dalam menjaga posisi dan lambatnya transisi bertahan membuat Belanda berkali-kali mendapatkan peluang emas.
Memasuki babak kedua, dominasi Belanda semakin sulit dibendung. Cody Gakpo menambah penderitaan Swedia melalui dua gol beruntun yang lahir dari skema serangan cepat. Pemain sayap Liverpool tersebut tampil sebagai salah satu bintang lapangan dengan kontribusi gol dan pergerakan tanpa bola yang sangat efektif. Sementara itu, Crysencio Summerville melengkapi pesta gol Oranje lewat gol kelima menjelang akhir pertandingan.
Swedia sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Anthony Elanga berhasil mencetak gol hiburan pada menit ke-59 setelah menerima umpan dari Alexander Isak. Namun gol tersebut tidak cukup untuk membangkitkan semangat tim asuhan Graham Potter yang terus kesulitan menghadapi tekanan Belanda. Meski mampu menciptakan beberapa peluang, efektivitas penyelesaian akhir mereka jauh berada di bawah standar yang dibutuhkan untuk menghadapi tim sekelas Belanda.
Pelatih Swedia Graham Potter mengakui bahwa timnya kalah kelas pada pertandingan tersebut. Ia menilai Belanda tampil sangat klinis dalam memanfaatkan peluang, sementara timnya melakukan terlalu banyak kesalahan di area pertahanan. Potter berharap kekalahan ini bisa menjadi pelajaran penting menjelang laga hidup-mati melawan Jepang pada pertandingan terakhir grup.
Di kubu Belanda, Ronald Koeman memuji performa anak asuhnya yang mampu bangkit setelah hasil imbang melawan Jepang pada laga pembuka. Keputusan memainkan Brian Brobbey sejak menit pertama terbukti tepat, sementara Dumfries dan Gakpo menjadi pembeda melalui kontribusi mereka dari kedua sisi lapangan.
Kemenangan 5-1 ini membuat Belanda memimpin Grup F dengan empat poin dan semakin dekat dengan tiket ke babak 32 besar. Selain itu, Oranje juga memperpanjang rekor impresif mereka yang belum terkalahkan dalam pertandingan Piala Dunia sejak 2006. Dengan performa seperti ini, Belanda mulai disebut sebagai salah satu kandidat serius untuk melangkah jauh di turnamen terbesar dunia tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























