6940c4e86c2c6
Pramono Anung Turun Langsung Tinjau Pasar Kramat Jati Usai Kebakaran, Bantu 121 Pedagang dengan Rp 5 Juta per Kios

Jakarta — Kebakaran besar yang melanda Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur pada Senin pagi (15 Desember 2025) menyita perhatian publik dan pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Selasa (16 Desember 2025) untuk melihat kondisi pasar pascainsiden dan memberikan bantuan kepada para pedagang yang kehilangan kios serta barang dagangan.

Peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 07.24 WIB di area Block C2, yang merupakan salah satu pusat kios buah di Pasar Induk Kramat Jati. Api cepat merambat ke ratusan kios akibat banyaknya material yang mudah terbakar seperti kayu dan plastik, serta dikelilingi angin kencang pagi itu. Sekitar 350 kios dilaporkan hangus terbakar, memicu kepanikan pedagang dan warga sekitar pasar.

Menanggapi hal tersebut, Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat. Dalam kunjungannya ke lokasi, Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi akan membantu para pedagang yang terdampak dengan bantuan tunai sebesar Rp 5 juta per pedagang. Bantuan ini ditujukan untuk meredakan beban awal para pedagang yang kehilangan sebagian atau seluruh investasi dagangannya akibat api.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas musibah yang menimpa para pedagang di sini. Kami berharap dengan bantuan awal ini, para pedagang dapat kembali bangkit dan memulai usaha lagi,” ujar Pramono saat diwawancarai di lokasi.

Selain bantuan tunai, Pemprov DKI berencana segera melakukan renovasi area pasar yang terdampak agar kegiatan perdagangan bisa kembali pulih, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru yang merupakan momentum penting bagi para pelaku UMKM. Pemerintah menargetkan renovasi kios yang terbakar dapat rampung dalam waktu cepat agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan tempat usaha mereka.

Pramono juga memastikan bahwa para pedagang yang kiosnya terdampak kebakaran akan mendapatkan perlindungan asuransi melalui pengelola pasar, yaitu Perumda Pasar Jaya. Asuransi ini mencakup kerugian atas barang dagangan yang terbakar, sehingga tidak sepenuhnya menjadi beban pribadi pedagang.

Untuk penyebab kebakaran, pihak berwenang masih menyelidiki secara intensif. Dugaan awal menyebut penyebab kebakaran berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu kios yang menjual barang plastik, kemudian menyebar ke los-los lain yang berada di sekitarnya. Petugas damkar berhasil mengendalikan api dengan cepat setelah puluhan unit mobil pemadam dan personel dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dikerahkan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan pembentukan tim investigasi bersama instansi terkait untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang, mengingat pasar tersebut merupakan pusat distribusi pangan yang vital bagi warga ibu kota.

Kebakaran ini memang tidak menyebabkan korban jiwa, tetapi kerugian materiil cukup besar dan menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Bantuan tunai, renovasi pasar, serta asuransi diharapkan menjadi solusi cepat untuk mengembalikan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional ini.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/