KOTA BEKASI — Dunia pendidikan di Kota Bekasi kembali tercoreng oleh aksi kekerasan yang melibatkan peserta didik. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Siti Mukhliso, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terkait insiden dugaan pengeroyokan antar-pelajar yang terjadi di wilayah Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu.
Insiden yang videonya sempat beredar dan meresahkan warga ini dinilai Siti Mukhliso sebagai “alarm keras” bahwa ada persoalan serius dalam pembinaan karakter siswa yang harus segera dibenahi.
Tindakan Tidak Terpuji yang Mencoreng Pendidikan
Politisi yang akrab disapa Mpok Siti ini menyesalkan bahwa di saat pemerintah gencar mengkampanyekan “Sekolah Ramah Anak”, justru terjadi aksi kekerasan brutal yang dilakukan oleh sekelompok pelajar terhadap pelajar lainnya.
“Saya sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Tindakan pengeroyokan ini sungguh tidak terpuji dan mencoreng wajah pendidikan kita. Seharusnya pelajar itu fokus menuntut ilmu dan berprestasi, bukan malah main hakim sendiri,” ujar Siti Mukhliso, Kamis (21/11/2025).

Desak Evaluasi Pengawasan Sekolah dan Orang Tua
Menanggapi kasus di Bojong Menteng ini, Siti Mukhliso menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem pengawasan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Ia meminta pihak sekolah untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memprioritaskan pendidikan karakter dan moral. Sekolah harus lebih peka mendeteksi bibit-bibit kekerasan atau geng pelajar di lingkungannya.
“Sekolah harus lebih ketat dalam pengawasan. Guru BK (Bimbingan Konseling) harus proaktif. Tapi ingat, tanggung jawab ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan ke sekolah. Peran orang tua di rumah sangat vital untuk memantau pergaulan anak-anaknya di luar jam sekolah,” tegasnya.
Penegakan Hukum dan Pembinaan
Terkait proses hukum, anggota legislatif ini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama Undang-Undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Namun, ia juga berharap ada efek jera dan pembinaan yang tepat agar para pelaku menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya di masa depan.
“Jangan sampai kasus di Bojong Menteng ini terulang lagi. Kita semua, Pemerintah, DPRD, Sekolah, dan Masyarakat harus bersinergi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita,” pungkas Siti Mukhliso.
(suarakabarmedia/adv)
Baca juga berita DPRD Kota Bekasi lainnya disini: Berita – DPRD Kota Bekasi
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media
























