Jakarta — Memasuki akhir bulan Januari 2026, masyarakat mendapat kabar baik dari sektor pangan. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) terbaru per 30 Januari 2026 menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pokok harian mengalami penurunan harga, terutama komoditas yang menjadi kebutuhan dasar dapur seperti bawang, cabai, daging ayam ras, dan telur ayam. Penurunan ini memberi sedikit keringanan bagi daya beli konsumen di tengah tekanan inflasi pangan yang masih dirasakan di sebagian wilayah Indonesia.
Rincian Penurunan Harga
Berdasarkan data yang dipantau pada pagi hari Jumat (30/1), harga rata-rata nasional bawang merah berada di angka sekitar Rp39.227 per kilogram, turun dibandingkan hari sebelumnya. Demikian pula bawang putih bonggol turun ke kisaran Rp37.961 per kilogram — tren penurunan yang juga tercatat pada komoditas cabai.
Komoditas cabai merah keriting kini diperdagangkan sekitar Rp34.908 per kg, sedangkan cabai merah besar bergerak di kisaran Rp34.461 per kg. Sementara cabai rawit merah berada di angka sekitar Rp54.854 per kg pada catatan pagi ini, lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Selain itu, harga daging ayam ras juga menunjukkan tren turun, kini sekitar Rp38.476 per kg, memberi angin segar bagi konsumen yang mengandalkan protein hewani ini. Demikian juga telur ayam ras tercatat di angka Rp29.938 per kg, turun dari posisi harga minggu sebelumnya.
Dampak pada Konsumen dan Inflasi Pangan
Penurunan harga bawang dan cabai sangat dirasakan di pasar tradisional maupun modern, karena kedua komoditas ini menjadi bahan pokok pada banyak masakan sehari-hari. Secara historis, fluktuasi harga bawang dan cabai sangat sensitif terhadap pasokan dari daerah produksi seperti Brebes, Sumatera, dan daerah sentra pertanian lainnya. Ketika pasokan meningkat dan distribusi lancar, harga komoditas tersebut cenderung turun.
Daging ayam ras yang lebih terjangkau juga memberikan peluang bagi rumah tangga untuk tetap memenuhi kebutuhan protein tanpa harus menguras anggaran belanja. Begitu pula dengan telur ayam yang kini berada di bawah Rp30 ribu per kilogram — harga ini relatif lebih ramah dibanding lonjakan di beberapa bulan sebelumnya.
Mengapa Harga Bisa Turun?
Penurunan harga pangan pekan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
-
Meningkatnya pasokan komoditas dari sentra produksi menjelang akhir Januari;
-
Distribusi barang yang lebih lancar antarwilayah seiring dengan stabilisasi logistik pasca-libur panjang;
-
Intervensi pemerintah melalui operasi pasar atau stabilisasi harga di beberapa daerah.
Walaupun faktor-faktor ini bisa berbeda dari wilayah ke wilayah, tren nasional menunjukkan arah yang positif.
Komoditas Lain yang Perlu Diperhatikan
Meski beberapa komoditas pangan pokok menunjukkan tren turun, data harga lain dari Bapanas juga merekam bahwa ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng menunjukkan kenaikan harga dalam periode yang sama, mengindikasikan fluktuasi harga antarjenis pangan tetap terjadi. Harga daging sapi murni juga masih relatif tinggi, sekitar Rp135.828 per kg, mengingat permintaan dan harga produksi yang menekan.
Sementara itu, komoditas lain seperti beras premium tetap stabil di kisaran Rp15.444 per kg, sehingga konsumen masih dapat mengatur pola belanja mereka sesuai prioritas kebutuhan utama.
Penurunan harga bawang, cabai, daging ayam, dan telur ayam pada 30 Januari 2026 merupakan kabar yang menggembirakan di tengah dinamika harga pangan nasional. Turunnya harga beberapa komoditas pokok ini membantu meringankan beban rumah tangga, terutama bagi segmen masyarakat dengan pengeluaran besar untuk kebutuhan makanan. Pemantauan harga secara rutin tetap penting untuk memberikan informasi terbaru ke publik dan membantu konsumen mengatur strategi belanja mereka.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























