Rapat Banmus (13)
Sesi Pertama Silaturahim PBNU di Tebuireng Rampung, Prof Nuh: Kita Cari Solusi Terbaik untuk Kemaslahatan NU

JOMBANG — Pertemuan penting yang mempertemukan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan sejumlah kiai sepuh dan pengasuh pesantren di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, terus bergulir.

Sesi pertama dari agenda bertajuk “Silaturahim PBNU” tersebut dilaporkan telah selesai dilaksanakan pada Senin (8/12/2025). Pertemuan yang digelar di jantung sejarah kelahiran NU ini berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dan konstruktif.

Ketua PBNU yang juga bertindak sebagai juru bicara dalam forum tersebut, Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, DEA, menyampaikan perkembangan terkini usai sesi pertama berakhir.

Fokus pada “Solusi Terbaik”, Bukan Perdebatan

Mantan Menteri Pendidikan ini menegaskan bahwa inti dari pertemuan di Tebuireng adalah ikhtiar bersama untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi kebaikan organisasi ke depan.

Di tengah dinamika internal yang sempat menghangat belakangan ini, Prof Nuh menekankan bahwa para kiai dan pengurus PBNU duduk bersama bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk menyatukan frekuensi.

“Alhamdulillah sesi pertama sudah selesai. Intinya, kita semua bersepakat untuk mencari solusi yang terbaik. Solusi yang membawa kemaslahatan bagi jam’iyah (organisasi) dan jamaah (warga) NU,” ujar Prof Nuh kepada awak media di lokasi.

Semangat Kekeluargaan di Bumi Tebuireng

Pemilihan Tebuireng sebagai lokasi pertemuan memiliki makna simbolis yang kuat. Tebuireng adalah tempat bersemayamnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Prof Nuh menyebutkan bahwa aura Tebuireng membawa semangat untuk kembali ke khittah dan menyelesaikan segala persoalan dengan hati yang dingin dan kepala yang jernih. Diskusi yang terjadi di dalam ruangan disebut berjalan sangat cair dan produktif.

“Semangatnya adalah semangat memperbaiki, semangat menyatukan. Tidak ada ketegangan, semua bicara dari hati ke hati karena kita ini satu keluarga besar,” tambahnya.

Menunggu Hasil Final

Meskipun sesi pertama telah usai dengan nada positif, Prof Nuh belum membeberkan detail poin-poin kesepakatan secara rinci karena rangkaian silaturahim masih akan berlanjut ke sesi berikutnya.

Publik, khususnya warga Nahdliyin, diminta untuk bersabar dan mendoakan agar pertemuan para ulama ini menghasilkan keputusan yang menyejukkan dan mengakhiri segala polemik yang sempat beredar di publik.

Langkah PBNU merangkul kiai-kiai pesantren di Tebuireng ini dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis dan kultural yang tepat untuk menjaga marwah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/