bai-tianhui-saat-dijatuhi-hukuman-mati-dalam-persidangan-pada-mei-2024-1765264200462_169
Tanpa Ampun! China Eksekusi Mati Eks Pejabat Senior Terkait Kasus Suap Fantastis Rp 2,6 Triliun

BEIJING — Pemerintah China kembali membuktikan bahwa kampanye anti-korupsi di negara tersebut tidak pandang bulu. Otoritas hukum di Negeri Tirai Bambu resmi melaksanakan hukuman eksekusi mati terhadap seorang mantan pejabat senior yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi kelas kakap.

Eksekusi ini dilakukan setelah Mahkamah Agung China menolak banding dan menyetujui vonis mati atas terdakwa yang terbukti menerima suap dengan nilai yang mencengangkan, yakni mencapai Rp 2,6 Triliun (konversi dari mata uang Yuan/USD).

Korupsi Gila-gilaan

Dalam persidangan yang telah berlangsung sebelumnya, terungkap bahwa sang pejabat menyalahgunakan kekuasaan dan jabatannya selama bertahun-tahun untuk memperkaya diri sendiri.

Modus operandinya meliputi pemberian izin proyek, manipulasi kebijakan perbankan/pemerintahan, hingga jual beli jabatan. Sebagai imbalannya, ia menerima gratifikasi dan suap dalam jumlah masif, baik berupa uang tunai, properti mewah, hingga barang-barang seni bernilai tinggi.

Pengadilan menilai, tindakan terdakwa telah menyebabkan kerugian negara yang sangat besar dan merusak integritas sistem pemerintahan, sehingga tidak ada alasan yang meringankan untuk mengampuni nyawanya.

Sinyal Keras Xi Jinping

Eksekusi mati ini dipandang sebagai sinyal keras dari Presiden Xi Jinping dalam upaya “bersih-bersih” pejabat korup. Sejak berkuasa, Xi menggaungkan kampanye untuk memburu “Harimau dan Lalat”—istilah untuk menangkap pejabat tinggi (harimau) maupun pejabat rendahan (lalat) yang korup.

Kasus suap Rp 2,6 triliun ini menjadi salah satu skandal terbesar yang diungkap ke publik. Hukuman mati diambil sebagai langkah shock therapy agar pejabat lain tidak berani main-main dengan uang negara.

Respons Publik Internasional

Langkah tegas China ini menuai beragam reaksi dari dunia internasional. Di satu sisi, pegiat HAM kerap mengkritik penggunaan hukuman mati. Namun di sisi lain, banyak netizen dari berbagai negara—termasuk Indonesia—yang justru mengapresiasi ketegasan hukum tersebut sebagai efek jera yang paling efektif bagi koruptor.

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap dan detail prosesi eksekusi (biasanya tertutup) tidak dipublikasikan secara rinci oleh media pemerintah China, namun pesan yang disampaikan sangat jelas: Nol Toleransi untuk Korupsi.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/