dadan-hindayana-1758792426887_169
Tok! BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dimulai Serentak 8 Januari 2026

JAKARTA – Teka-teki mengenai kapan “gong” pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya terjawab. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menetapkan bahwa program ini akan dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 8 Januari 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa tanggal tersebut dipilih sebagai kick-off operasional penuh penyaluran makanan kepada penerima manfaat, setelah melalui berbagai tahap uji coba dan persiapan infrastruktur.

Mengapa Tanggal 8 Januari?

Dalam keterangannya, Dadan menjelaskan alur waktu pelaksanaan di awal tahun. Meskipun tahun anggaran baru dimulai pada 2 Januari 2026, tanggal tersebut belum bisa langsung digunakan untuk distribusi makanan.

“Tanggal 2 Januari itu baru penerimaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Jadi minggu pertama itu kita gunakan untuk proses administrasi pencairan dana ke Satuan Pelayanan. Nah, tanggal 8 Januari 2026 itu barulah makanan mulai dikirim ke anak-anak sekolah dan penerima manfaat lainnya secara serentak,” jelas Dadan.

Kesiapan Satuan Pelayanan Gizi

Untuk mendukung pelaksanaan masif ini, BGN telah menyiapkan ribuan Satuan Pelayanan Gizi yang tersebar di berbagai provinsi. Unit-unit ini berfungsi sebagai dapur umum terstandarisasi yang akan mengolah dan mendistribusikan makanan sehat tersebut.

Setiap satuan pelayanan ditargetkan melayani ribuan siswa di wilayah cakupannya. Menu makanan yang disajikan pun telah diatur agar memenuhi standar gizi nasional (4 sehat 5 sempurna) namun tetap menyesuaikan dengan kearifan pangan lokal daerah masing-masing.

Bukan Lagi Uji Coba

Dadan menegaskan bahwa pelaksanaan pada 8 Januari nanti bukan lagi sekadar pilot project atau uji coba terbatas seperti yang dilakukan di beberapa sekolah sebelumnya. Ini adalah implementasi kebijakan negara yang bersifat mandatory.

“Ini sudah full operation. Semua sistem logistik, tenaga ahli gizi, hingga juru masak di Satuan Pelayanan sudah siap bekerja,” tegasnya.

Program MBG ini diharapkan tidak hanya menekan angka stunting dan meningkatkan IQ anak bangsa, tetapi juga menciptakan multiplier effect ekonomi bagi petani dan peternak lokal yang bahan bakunya akan diserap oleh dapur-dapur BGN.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/