tkp-suami-bunuh-istri-di-sukaraja-bogor-sholihindetikcom-1768820835864_169
Tragedi di Sukaraja Bogor: Suami Tega Habisi Nyawa Istri, Motifnya Merasa Dijebak

BOGOR – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung maut kembali menggegerkan warga di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria yang diduga kuat menjadi pelaku tunggal dalam pembunuhan terhadap istrinya sendiri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap sebuah motif yang cukup mengejutkan di balik aksi nekat sang suami tersebut.

Motif Pembunuhan: Rasa Kesal Akibat Merasa Dijebak

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor mengungkapkan bahwa tersangka melakukan tindakan keji tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan yang mendalam. Kepada penyidik, pelaku mengaku merasa “dijebak” oleh korban dalam sebuah situasi atau kesepakatan tertentu yang belum dirinci secara mendalam oleh pihak berwenang.

Rasa frustrasi yang memuncak itulah yang diduga membuat pelaku gelap mata dan melakukan tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa sang istri di kediaman mereka di wilayah Sukaraja.

Kronologi dan Penanganan Kepolisian

Sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian dari Polsek Sukaraja dan Polres Bogor segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Berikut adalah beberapa poin penanganan kasus tersebut:

  • Penangkapan Pelaku: Tersangka berhasil diamankan petugas tak lama setelah laporan diterima tanpa adanya perlawanan berarti.

  • Barang Bukti: Polisi menyita sejumlah benda yang diduga digunakan pelaku saat melancarkan aksinya di wilayah Bogor.

  • Pemeriksaan Saksi: Beberapa tetangga dan kerabat korban telah dimintai keterangan untuk memperkuat konstruksi hukum perkara ini.

Ancaman Hukuman dan Imbauan Kamtibmas

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman penjara belasan tahun hingga seumur hidup.

Kepolisian di wilayah Bogor mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara kepala dingin jika terjadi konflik dalam keluarga. Warga juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwajib atau tokoh masyarakat setempat jika melihat adanya tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya tragedi serupa.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/