68ac3bd99a317
Tragedi MBG di Bireuen: Ratusan Anak dan Balita Terserang Keracunan Usai Santap Paket Makan Bergizi Gratis

BIREUENRatusan anak sekolah dan balita di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan mengalami keracunan makanan diduga akibat paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (26/2) sore menjelang berbuka puasa. Puluhan hingga ratusan siswa dari berbagai desa tiba-tiba merasakan gejala muntah, pusing, mual, dan lemas, sehingga membuat fasilitas kesehatan kewalahan dalam penanganan para korban.

Peristiwa itu bermula ketika para murid SD, TK, bahkan balita di lebih dari satu desa mulai berdatangan ke Puskesmas Simpang Mamplam dan Puskesmas tetangga sekitar pukul 19.30-21.00 WIB dengan keluhan sama usai menyantap paket MBG dari penyelenggara program. Karena korban terus meningkat, sebagian pasien kemudian dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan lain, termasuk Puskesmas Pandrah, Jeunieb, Samalanga, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fauziah Bireuen.

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani SKM, menjelaskan bahwa korban keracunan mulai berdatangan malam itu setelah waktu berbuka. “Kami kewalahan karena jumlah pasien datang hampir bersamaan. Ini gejala keracunan makanan, korban muntah dan pusing setelah mengonsumsi paket makan yang dibagikan sore tadi,” ungkapnya.

Dugaan Penyebab: Menu MBG Disinyalir Tercemar

Informasi sementara dari sumber media setempat menyebutkan bahwa paket MBG yang dibagikan berisi aneka makanan seperti bakso, telur, susu, buah pisang dan kurma, yang biasanya dirancang sebagai nutrisi tambahan saat bulan Ramadan. Namun dugaan awal menyatakan bahwa salah satu komponen dalam paket tersebut mungkin terkontaminasi bakteri atau tidak layak dikonsumsi saat sampai di tangan penerima.

Salah satu orang tua korban mengatakan anaknya langsung muntah dan mengeluhkan sakit perut tak lama setelah menyantap paket MBG. “Awalnya biasa saja, tapi setelah makan, dia ngomel pusing terus dan akhirnya muntah,” ujar orang tua tersebut sambil menunggu antrian pengobatan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia program terkait dugaan keracunan massal ini. Pihak yayasan atau unit layanan gizi disebut masih menelusuri apakah terjadi kesalahan dalam pengolahan, penyimpanan, atau distribusi pangan yang menyebabkan makanan tidak aman dikonsumsi.

Respon Medis dan Tindakan Pemerintah

Tenaga medis bekerja ekstra untuk menangani lonjakan pasien anak yang datang hampir bersamaan. “Kami sudah evakuasi yang kritis ke fasilitas dengan ruang perawatan lebih lengkap dan menambah tenaga medis di Puskesmas,” kata petugas medis.

Sementara itu, pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait berjanji akan mengevaluasi program MBG secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Badan desa dan lembaga masyarakat juga diminta untuk lebih ketat dalam mengawasi kualitas makanan sebelum dibagikan ke masyarakat.

Reaksi Warga dan Kekhawatiran Orang Tua

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan warga, terutama di tengah bulan suci Ramadan yang biasanya program pemberian makanan gratis mendapat sambutan luas. “Program bagus memang, tapi kalau kualitas makanan seperti ini, nyawa anak jadi taruhan,” ujar salah satu wali murid.

Sampai berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan dan rangkaian distribusi makanan dalam program MBG.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/