surat-siswa-sd-bunuh-diri-1770108904413_169
Tragedi Memilukan di NTT: Siswa SD Akhiri Hidup Hanya karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

KUPANG – Sebuah peristiwa memilukan yang menyentuh nurani publik terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan tindakan nekat mengakhiri hidupnya pada Selasa (3/2/2026).

Tragedi ini menjadi perhatian nasional setelah terungkap bahwa pemicu tindakan tersebut diduga kuat adalah rasa kecewa dan tekanan batin karena tidak mampu membeli buku dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kronologi: Beban di Balik Alat Tulis yang Sederhana

Bagi sebagian orang, buku dan pulpen mungkin barang yang murah. Namun, bagi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, kebutuhan ini bisa menjadi beban yang sangat berat. Berdasarkan keterangan sementara:

  • Keinginan Bersekolah: Korban sangat ingin melanjutkan sekolah namun terkendala fasilitas dasar.

  • Faktor Pemicu: Diduga ada rasa malu atau rendah diri di hadapan teman-temannya karena tidak memiliki alat tulis.

  • Kejadian: Korban ditemukan oleh keluarganya di area sekitar rumah dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Urgensi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial

Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa sekolah bukan hanya tentang angka di rapor, tapi juga tentang kesejahteraan emosional siswa. Tekanan sosial untuk “tampil sama” dengan teman sebaya bisa menjadi beban yang tak terbayangkan bagi seorang anak kecil.

“Kasus ini adalah alarm bagi kita semua. Tidak boleh ada anak yang merasa hidupnya tidak berharga hanya karena ketiadaan alat tulis. Negara dan masyarakat harus hadir lebih dalam di ruang-ruang rumah tangga yang paling rapuh,” ungkap seorang pengamat sosial di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Catatan Penting: Pencegahan Bunuh Diri

Masalah kesehatan mental adalah hal yang nyata. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan bunuh diri, atau masalah kesehatan mental lainnya, jangan ragu untuk menghubungi layanan bantuan:

  • Layanan Sejiwa (Kemenkes): 119 (ext. 8)

  • Hotline Kesehatan Mental: Segera hubungi RSJ atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan bantuan profesional.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/