005217000_1765021406-5
Viral Aceh Tamiang Disebut 'Kota Zombie' Pasca Banjir, Bupati: Tolong Jangan Memperkeruh Suasana!

ACEH TAMIANG — Jagat media sosial (TikTok/Instagram) belakangan ini diramaikan dengan narasi viral yang menyebut Kabupaten Aceh Tamiang sebagai “Kota Zombie”.

Julukan mengerikan ini muncul setelah beredarnya video-video yang memperlihatkan kondisi wilayah tersebut pascaditerjang banjir bandang dahsyat. Pemandangan kota yang mati suri, jalanan yang tertutup lumpur tebal, tumpukan sampah perabotan rumah tangga, hingga suasana yang sepi mencekam, membuat netizen menyamakan kondisi tersebut dengan setting film apokalips atau kota zombie.

Namun, viralnya julukan tersebut ternyata menuai respons tegas dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Pj Bupati: Istilah Itu Menyakiti Hati Warga

Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra, akhirnya buka suara menanggapi fenomena viral tersebut. Dengan nada prihatin, ia meminta kepada masyarakat luas, khususnya pengguna media sosial, untuk lebih bijak dalam memilih kata-kata.

Menurutnya, penggunaan istilah “Kota Zombie” sangat tidak etis dan justru memperkeruh suasana di tengah duka yang sedang dirasakan warganya.

“Saya minta tolong, janganlah pakai istilah-istilah yang menyeramkan begitu. Warga kami sedang susah, sedang berjuang bangkit. Sebutan ‘Kota Zombie’ itu konotasinya negatif dan bisa menjatuhkan mental masyarakat yang sedang trauma,” tegas Asra kepada awak media.

Fokus pada Pemulihan, Bukan Sensasi

Bupati menjelaskan bahwa kondisi Aceh Tamiang memang parah akibat terjangan banjir terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Infrastruktur lumpuh dan ekonomi warga terhenti total karena pasar dan pertokoan terendam lumpur.

Namun, yang dibutuhkan saat ini bukanlah labelisasi sensasional di media sosial, melainkan dukungan moril dan materiil untuk percepatan pemulihan.

“Daripada sibuk bikin konten sebut kota zombie, lebih baik bantu doakan atau kirim bantuan. Kami sedang kerahkan alat berat untuk bersihkan lumpur agar kota ini hidup kembali, bukan mati seperti zombie,” tambahnya.

Kondisi Terkini: Perlahan Bangkit

Hingga saat ini, tim gabungan dari Pemkab, TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir. Truk-truk pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot jalanan protokol yang tertutup endapan lumpur pekat.

Meskipun aktivitas belum pulih 100 persen, denyut kehidupan di Aceh Tamiang mulai terlihat kembali. Warga mulai membersihkan rumah dan toko mereka, menepis anggapan bahwa kota mereka telah mati sepenuhnya.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/