seorang-pria-diduga-diintimidasi-usai-kritik-pembangunan-desa-via-medsos-1767503504644_169 (1)
Viral! Kritik Jalan Rusak, Pemuda Garut Malah Diamuk Keluarga Kades: "Mau Tenar Kamu?"

GARUT – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi arogansi oknum aparat desa dalam merespons aspirasi warganya. Seorang pemuda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi korban intimidasi dan kekerasan fisik usai mengunggah konten kritik mengenai kondisi jalan di desanya yang rusak parah.

Bukannya mendapat respons perbaikan infrastruktur, pemuda tersebut justru didatangi oleh rombongan yang diketahui merupakan keluarga dari Kepala Desa (Kades) setempat.

Kronologi: Berawal dari Video di Medsos

Insiden ini bermula ketika korban merasa resah dengan kondisi jalan desa yang tak kunjung diperbaiki. Bak jurnalis warga (citizen journalist), ia merekam kondisi jalan yang berlubang dan mempostingnya ke media sosial dengan harapan mendapat perhatian pemerintah.

Namun, unggahan tersebut rupanya membuat pihak desa “gerah”. Tak lama berselang, keluarga sang Kades mendatangi korban. Alih-alih mengajak dialog atau musyawarah, pertemuan tersebut berubah menjadi ajang pelampiasan amarah.

Kalimat Menohok: “Mau Tenar Kamu?”

Dalam video keributan yang beredar luas, terdengar dan terlihat aksi intimidasi yang dilakukan pihak keluarga Kades. Salah satu kalimat yang menjadi sorotan netizen adalah tuduhan bahwa korban hanya mencari sensasi.

“Mau tenar kamu? Hah?” teriak salah satu pelaku sambil melakukan tindakan fisik kepada korban yang tampak tidak melawan.

Sikap antikritik ini sontak memicu kemarahan publik. Netizen menilai bahwa pejabat desa tersebut gagal memahami fungsi media sosial sebagai alat kontrol sosial (social control) di era demokrasi digital.

Polisi Turun Tangan

Pascakejadian yang viral tersebut, pihak kepolisian setempat dikabarkan telah turun tangan untuk menangani kasus ini. Korban yang mengalami kekerasan telah membuat laporan, dan publik mendesak agar proses hukum berjalan transparan tanpa pandang bulu, meskipun pelakunya adalah kerabat pejabat desa.

Kasus ini menambah daftar panjang fenomena warga yang dikriminalisasi atau diintimidasi hanya karena menuntut hak dasar mereka berupa infrastruktur yang layak.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/